Punya Asam Urat? Ini Makanan yang Baik dan yang Harus Dihindari

Kompas.com - 16/03/2020, 18:30 WIB
Ilustrasi kaki bengkak akibat asam urat. ThinkstockIlustrasi kaki bengkak akibat asam urat.

KOMPAS.com - Asam urat dapat menyebabkan rasa sakit di sekitar sendi, yang kerap kita sebut sebagai encok. Saat kondisi darah mengandung asam urat tinggi, kristal terbentuk dan menumpuk di dalam dan di sekitar sendi. Hingga akhirnya berakibat menimbulkan radang sendi atau encok.

Asam urat diproduksi ketika tubuh memecah bahan kimia yang disebut purin. Sebenarnya purin terjadi secara natural oleh tubuh, namun purin juga ditemukan pada beberapa makanan.

Oleh karena itu, melakukan diet asam urat dapat membantu mengurangi kadar asam urat dalam darah. Diet ini bukan untuk menyembuhkan, namun dapat mengurangi risiko encok serta memperlambat kerusakan pada sendi.

Baca juga: Asam Urat, dari Penyebab, Gejala, hingga Pengobatan

Melansir Mayo Clinic, orang yang memiliki encok tetap harus menjalani pengobatan medis meskipun telah menerapkan diet ini.

Diet asam urat dirancang untuk membantu Anda mendapatkan berat badan serta pola makan yang sehat. Selain itu juga membantu Anda menghindari makanan yang mengandung purin dan merekomendasikan beberapa makanan yang dapat mengontrol kadar asam urat dalam darah.

Makanan yang baik untuk orang dengan asam urat tinggi

1. Karbohidrat kompleks

Anda dapat memakan lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian yang mengandung karbohidrat kompleks. Hindari makanan dan minuman dengan sirup jagung fruktosa tinggi serta batasi konsumsi jus buah dengan pemanis alami.

Ilustrasi biji-bijianpeangdao Ilustrasi biji-bijian

2. Air mineral

Perbanyak minum air mineral agar tetap terhidrasi dengan baik

3. Protein

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Presimptomatik Muncul Setelah Setelah Diagnosis Positif Corona

Gejala Presimptomatik Muncul Setelah Setelah Diagnosis Positif Corona

Fenomena
Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
komentar
Close Ads X