Gempa Hari Ini: M3,2 Kembali Guncang Purwakarta, Tak Berpotensi Tsunami

Kompas.com - 16/03/2020, 12:35 WIB
Ilustrasi gempa. ShutterstockIlustrasi gempa.

KOMPAS.com - Gempa bumi tektonik bermagnitudo (M) 3,2 mengguncang wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada pagi tadi pukul 00.40 WIB, Senin (16/3/2020).

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 6,73 LS dan 107,33 BT.

Lokasi tepatnya berada di tepi Waduk Cirata bagian timur pada kedalaman 4 kilometer.

Untuk diketahui, sebelumnya pada 11 Maret 2020 yang lalu, gempa dengan kekuatan M=3,7 juga sudah mengguncang wilayah Kabupaten Purwakarta pada pukul 21.41.33 WIB.

Episenter gempa tersebut terletak pada koordinat 6,72 LS dan 107,31 BT, tepatnya juga berpusat di tepi Waduk Cirata dengan kedalaman 2 kilometer.

Baca juga: Jawa Sering Gempa, Ahli Ingatkan Mitigasi Sebelum Bandara YIA Diresmikan

"Ini adalah sebuah lokasi di tepi Waduk Cirata yang berdekatan dengan pusat gempa pagi ini" kata Daryono selaku Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Tsunami, kepada Kompas.com, Senin (16/3/2020).

Mengenai dampak gempa bumi yang terjadi hari ini, kata Daryono, sama saja dengan gempa sebelumnya.

Masyarakat di wilayah Kabupaten Purwakarta merasakan getaran dengan skala intensitas II-III MMI, yaitu guncangan dirasakan seperti ada truk yang berlalu.

Tidak hanya itu, disebutkan pula bahwa beberapa warga yang sedang tidak tidur mengaku terkejut akibat gempa yang terjadi dengan tiba-tiba.

"Patut disyukuri, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan sebagai dampak gempa tersebut," kata dia.

Baca juga: Jawa Sering Gempa dalam Seminggu Ini, Adakah Hubungannya?

Masih menurut Daryono, sebagai kawasan yang dilintasi sesar aktif, wajar jika di wilayah ini aktif terjadi gempa tektonik. Gempa kecil yang sering terjadi di wilayah ini umumnya memiliki kedalaman dangkal kurang dari 10 km akibat adanya reaktivasi sesar.

Pada 17 Juli 2006, di wilayah ini juga pernah terjadi gempa dengan kekuatan M 4,3. Gempa dengan guncangan cukup kuat ini lokasi episenternya agak di utara dari gempa pagi ini tepatnya pada koordinat 6,55 LS dan 107,328 BT dengan kedalaman 10 kilometer.

"Wilayah ini memang cukup kompleks sehingga mekanisme sumber gempa yang mungkin terjadi dapat berupa pergerakan naik, mendatar, dan turun," ujar dia.

Sebagai langkah antisipasi, tampaknya di wilayah ini perlu dilakukan monitoring kegempaan mikro untuk bahan kajian lebih lanjut mengingat di wilayah ini terdapat infrastruktur vital berupa Pambangkit Listrik Tenaga Air.

Baca juga: Gempa Sukabumi Terkait Zona Megathrust Selatan Jawa? Ini Kata Ahli

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X