Survei Tunjukkan Kecanduan Ponsel Sebabkan Susah Tidur

Kompas.com - 15/03/2020, 18:05 WIB
Ilustrasi kecanduan ponsel OcusFocusIlustrasi kecanduan ponsel

KOMPAS.com - Susah tidur menjadi persoalan yang banyak dihadapi masyarakat saat ini. Bagi banyak orang, bermain gawai saat malam hari menjadi hal yang dilakukan ketika susah tidur.

Tapi tahukah Anda, kecanduan gawai atau ponsel justru dapat menyebabkan Anda susah tidur.

Hal ini diungkapkan terkait hasil survei tidur tahunan yang telah dilakukan Philips pada tahun ini. Dengan melibatkan 13.000 orang dewasa di 13 negara Asia-Pasific (APAC), Philips mencoba mencari tahu tentang pola, persepsi, dan perilaku seputar tidur.

Survei ini dilakukan secara online pada periode 12 November sampai 5 Desember 2019, kepada 13.004 orang dewasa berusia minimal 18 tahun di 13 negara.

Baca juga: Hampir 50 Persen Orang Dewasa Asia-Pasifik Susah Tidur, Kok Bisa?

Disampaikan oleh Presiden Dikrektur Philips Indonesia, Pim Preesman, mayoritas partisipan yang tinggal di wilayah APAC menggunakan ponsel di tempat tidur.

"Padahal ini tidak direkomendasikan oleh ahli kesehatan," kata Pim melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2020).

Setengah dari responden APAC atau mencapai 49 persen partisipan menyatakan bahwa hal terakhir yang merak lakukan sebelum tidur adalah melihat ponsel mereka.

Baca juga: Terlalu Capek Kok Malah Bikin Susah Tidur?

Angka ini lebih tinggi dari angka global sebesar 39 persen. Sementara itu, 46 persen dari partisipan juga langsung mengecek ponsel mereka setelah bangun pagi.

Pim juga mengungkapkan, ada sekitar 15 persen responden yang bahkan merespons teks dan panggilan yang membangunkan mereka saat tidur di malam hari.

Padahal hal atau tindakan inilah yang tentunya mencegah mereka untuk tidur nyenyak tanpa gangguan di malam hari, dan berpengaruh terhadap berbagai kondisi tubuh orang itu sendiri.

Baca juga: Masalah Sedunia, Susah Tidur Nyenyak tapi Tak Mau ke Dokter

"Gangguan tidur sering kali dianggap sepele. Padahal, buruknya kualitas tidur seseorang dapat mempengaruhi kesehatan mental maupun fisik, dan berujung pada penurunan produktivitas," kata dia. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Oh Begitu
Kasus Syekh Puji Nikahi Anak 7 Tahun, Ini Tanggapan Psikolog Anak

Kasus Syekh Puji Nikahi Anak 7 Tahun, Ini Tanggapan Psikolog Anak

Oh Begitu
komentar
Close Ads X