Ketua PERSI: Rumah Sakit Harus Perketat Program Pengendalian Infeksi

Kompas.com - 15/03/2020, 12:03 WIB
Petugas dengan pakaian pelindung lengkap  melakukan simulasi penanganan pasien COVID-19, di  Rumah Sakit Pertamina Plaju Palembang, Sumsel, Kamis(12/3/2020). Rumah Sakit Pertamina Plaju melakukan sosialisasi dan simulasi untuk memastikan kesiapannya dalam menangani pasien dengan dugaan suspect viris corona sebelum dirujuk pada rumah sakit rujukan. ANTARA FOTO/Feny Selly ANTARA FOTO/FENY SELLYPetugas dengan pakaian pelindung lengkap melakukan simulasi penanganan pasien COVID-19, di Rumah Sakit Pertamina Plaju Palembang, Sumsel, Kamis(12/3/2020). Rumah Sakit Pertamina Plaju melakukan sosialisasi dan simulasi untuk memastikan kesiapannya dalam menangani pasien dengan dugaan suspect viris corona sebelum dirujuk pada rumah sakit rujukan. ANTARA FOTO/Feny Selly

KOMPAS.com – Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dr Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes menyebutkan bahwa seluruh rumah sakit tanpa terkecuali wajib memperketat program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (IPI).

Hal tersebut terutama berlaku pada rumah sakit rujukan untuk kasus Covid-19.

“Sebelum ada kasus Covid-19 pun, rumah sakit di Indonesia sebetulnya sudah melakukan langkah antisipasi. Sesuai undang-undang harus melakukan mitigasi terhadap potensi-potensi infeksi,” tutur Kuntjoro saat acara “Diskusi PERSI dan Unilever Indonesia Hadapi Potensi Penyebaran Covid-19” di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Baca juga: Rumah Sakit Rujukan Nasional, Apakah Semua Pasien Covid-19 Harus ke Sana?

Namun, ia menegaskan, program IPI harus terintegrasi, terprogram, dan terpantau. Misalnya dengan membatasi transmisi organisme dari atau antar pasien melalui cuci tangan dan penggunaan sarung tangan, melakukan disinfeksi untuk mengontrol risiko penularan dari lingkungan, serta memastikan kebersihan lingkungan rumah sakit dan seluruh permukaan fasilitas rumah sakit.

“Saat ini harus lebih siap. Kemampuan rumah sakit baik dari petugas medisnya, pengunjungnya, sarana, prasarana, yang harus dilakukan adalah mitigasi penyebaran pada fasilitas itu sendiri,” tambahnya.

Usai World Health Organization (WHO) mengumumkan Covid-19 sebagai pandemi globall, rumah sakit wajib melakukan proses penentuan atau seleksi pasien yang diprioritaskan untuk mendapat penanganan terlebih dahulu dengan benar.

Baca juga: Lindungi Diri dari Corona, Ini Panduan Cuci Tangan yang Benar

“Diharapkan membuat Tim Regu Covid-19, serta mengikuti standar-standar operasional terbaru dari Kemenkes RI sesuai anjuran WHO. Hal tersebut adalah beberapa langkah yang harus dilakukan untuk saat ini,” tambah Kuntjoro.

Kewaspadaan tersebut dibenarkan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso, dr Mohammad Syahril Mansyur.

“Kita sudah perang, tidak ada waktu untuk hoax,” tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Wabah Virus Corona, Bagaimana Mencegah Infeksinya Saat Rapat?

Menurut Syahril, program pengendalian infeksi harus dilakukan tak hanya oleh rumah sakit rujukan Covid-19 tapi juga untuk semua rumah sakit di Indonesia.

“Karena Covid-19 ini kan sudah eskalasi, tidak ada batasan waktu. Seluruh komponen rumah sakit harus waspada pandemi,” tuturnya.

Maulani Affandi selaku Head of Skin Cleansing and Baby PT Unilever Indonesia, Tbk. menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan edukasi ke berbagai lapisan masyarakat.

"Dari mulai sekolah, ibu-ibu PKK, pasar tradisional, dan lainnya dalam skala nasional," tambahnya.

Lewat brand Lifebuoy, PT Unilever Indonesia, Tbk. juga menyerahkan dukungan berupa produk sabun cuci tangan ke 8 rumah sakit rujukan Covid-19 yang tersebar di wilayah DKI Jakarta.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X