Wabah Virus Corona, Pakar Nilai Indonesia Tidak Perlu Lockdown tapi...

Kompas.com - 14/03/2020, 19:04 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KOMPAS.com - Merebaknya virus corona di Indonesia memunculkan wacana lockdown atau isolasi wilayah untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Sejauh ini, belum ada kota-kota di Indonesia yang melakukan lockdown atau penutupan; meskipun kegiatan dan lokasi yang mengumpulkan banyak orang, seperti sekolah, tempat wisata dan car free day, dibatasi.

Presiden Joko Widodo juga telah memastikan pada hari Jumat (13/3/2020) bahwa Indonesia belum akan melakukan lockdown.

Lantas, apa kata para ahli? Perlukah Indonesia segera melakukan lockdown?

Baca juga: Sembuh dari Virus Corona, Benarkah Fungsi Paru-paru Berkurang?

Topik ini menjadi salah satu yang dibahas dalam webinar "Menghadapi Covid-19 di Indonesia" oleh Harvard Club of Indonesia, Sabtu (14/3/2020).

Dokter Panji Hadisoemarto, M.P.H, lulusan Harvard T.H.Chan School of Public Health dan Dosen Departemen Kesehatan Publik dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran berkata bahwa kita tidak harus melakukan lockdown, tetapi yang diperlukan adalah social distancing atau menjaga jarak sosial.

"Saya tidak bisa menjawab dengan pasti (kapan harus dilakukan social distancing), tapi satu jawaban tentatif yang selalu saya berikan adalah 'The sooner the better' (semakin cepat semakin baik)," ujarnya.

"Ini masa yang penuh ketidakpastian. Kita tidak punya data, sebuas apa virus ini di indonesia. Tapi kalau kita lihat apa yang sudah terjadi di negara-negara lain, China, Italia, Jerman dan negara-negara lain; kita bisa cukup percaya diri menyimpulkan (bahwa) Indonesia tidak akan terlalu berbeda," imbuhnya lagi.

Baca juga: Pandemi Virus Corona, Bagaimana Indonesia Bersikap Hadapi Covid-19?

Panji lantas menjelaskan bahwa social distancing sendiri memiliki skala yang luas.

Social distancing bisa dilakukan secara pribadi dengan menghindari keramaian atau orang yang sedang sakit, atau dilakukan oleh pemerintah dan otoritas dengan memberlakukan kebijakan untuk tidak ke kantor dan berkerumun.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X