Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/03/2020, 12:02 WIB

Pada akhirnya perubahan antigenik itulah yang menyebabkan orang bisa terkena flu lebih dari sekali.

Hal ini pula yang menurut CDC mengapa vaksin flu tahunan diperlukan. Tak lain untuk perlindungan terbaik terhadap virus dan sifatnya yang selalu berubah.

5. Pandemi Flu 2009

Pandemi flu 2009 di AS, awalnya dikenal sebagai flu babi, terjadi pada 2009 dengan virus influenza baru, H1N1, yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada hewan atau manusia.

Virus ini sebenarnya pertama kali terdeteksi di AS, dan menyebar dengan cepat melintasi AS dan dunia.

Menurut CDC, antara 12 April 2009 dan 10 April 2010, ada 60,8 juta kasus, 274.304 rawat inap, dan 12.469 kematian di AS karena virus.

CDC juga memperkirakan bahwa sekitar 575.400 orang meninggal di seluruh dunia.

Pandemi flu 2009 terutama menyerang anak-anak dan orang dewasa paruh baya (orang dewasa yang lebih tua memiliki kekebalan, kemungkinan dari paparan sebelumnya terhadap virus H1N1 yang serupa).

Pandemi secara resmi berakhir pada 10 Agustus 2010, tapi virus (H1N1) pdm09 terus beredar sebagai virus flu musiman, menyebabkan penyakit, rawat inap, dan kematian di seluruh dunia setiap tahun.

Baca juga: Virus Corona Pandemi Global, Ini Saran WHO untuk Mencegah Terinfeksi

HIV / AIDS

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus penyebab immunodeficiency syndrome (AIDS) yang pertama kali ditemukan pada awal 1980-an.

AIDS pertama kali terdeteksi di komunitas gay Amerika tetapi diduga berkembang dari virus simpanse dari Afrika pada 1920-an.

Sekarang, menurut data terbaru dari CDC dari 2006, itu berkembang menjadi proporsi pandemi, dengan sekitar 65 juta infeksi dan 25 juta kematian di seluruh dunia.

Namun, pengobatan baru telah memungkinkan lebih banyak orang untuk hidup dengan HIV.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+