Tak Cuma Penciuman Super, Hidung Anjing Juga Bisa Deteksi Panas

Kompas.com - 11/03/2020, 17:03 WIB
ilustrasi anjing ilustrasi anjing

KOMPAS.com - Hidung anjing ternyata lebih menakjubkan daripada yang kita kira. Tidak hanya 100 juta kali lebih sensitif daripada hidung manusia, penelitian terbaru menunjukkan bahwa hidung anjing dapat merasakan radiasi panas yang lemah. Panas tubuh mamalia, misalnya.

Kemampuan tersebut berkat keberadaan rhinarium, area kulit halus tak berbulu di sekitar lubang hidung pada kebanyakan mamalia. Rhinarium itu penuh saraf, termasuk merasakan radiasi panas yang lemah.

" Anjing dapat merasakan radiasi panas yang berasal dari benda hangat atau radiasi panas yang lemah. Anjing juga dapat mengarahkan perilakunya sesuai dengan kondisi tersebut," kata Anna Bálint, ahli biologi dari Lund University, Swedia, seperti dikutip dari Science Mag, akhir Februari lalu.

Baca juga: Studi Buktikan, Anjing Punya Kemampuan Berhitung

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports ini pun membantu menjelaskan bagaimana anjing dengan gangguan penglihatan, pendengaran, atau bau masih bisa berburu dengan sukses.

Tentunya hal ini menjadi menarik karena memberikan pengetahuan baru mengenai indera anjing.

Sebuah eksperimen dilakukan untuk menguji analisis tersebut. Para peneliti dari Lund University dan Eötvös Loránd University melatih tiga anjing peliharaan.

Kemudian, anjing itu diajak untuk memilih obyek panas (sekitar 31 derajat celsius) dan obyek dengan suhu kamar, yang masing-masing ditempatkan dengan jarak 1,6 meter.

Ilustrasi anjing Husky.SHUTTERSTOCK Ilustrasi anjing Husky.

Obyek-obyek itu tidak berbau dan ditutupi dengan pita listrik hitam sehingga anjing dan siapapun tidak bisa mendeteksi perbedaannya. Namun, dalam percobaan tersebut, anjing-anjing berhasil mendeteksi benda-benda yang memancarkan radiasi panas yang lemah.

Dalam percobaan lain, benda-benda hangat atau bersuhu ruangan dipresentasikan ke 13 anjing peliharaan dari berbagai ras. Sementara itu, otak mereka dipindai dengan mesin MRI.

Hasilnya korteks somatosensori kiri di otak anjing, yang berhubungan dengan informasi berasal dari hidung, lebih responsif terhadap benda hangat. Kedua percobaan ini pun berhasil menunjukkan bahwa anjing dapat merasakan titik panas yang lemah.

Baca juga: Mirip Unicorn, Anak Anjing Ini Punya Ekor Unik di Dahi

Para peneliti menduga anjing mewarisi kemampuan tersebut dari nenek moyang mereka, serigala abu-abu yang menggunakan sensor itu untuk mengendus-endus tubuh hangat saat berburu.

Meski begitu, Gary Settles, seorang profesor di Pennsylvania State University, yang telah mempelajari kemampuan mengendus anjing meragukan jika rhinarium anjing dapat membedakan pola obyek panas dan dingin dari jarak jauh. Untuk itu perlu studi lebih lanjut untuk mengetahuinya.

Kemampuan untuk merasakan radiasi panas yang lemah ini diketahui hanya dimiliki oleh segelintir binatang. Antara lain kumbang api hitam, beberapa jenis ular, dan kelelawar vampir. Semuanya menggunakan sensor tersebut untuk berburu mangsa.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Hari Ini: Setelah Banten dan Jakarta, M 5,2 Guncang Laut Bengkulu

Gempa Hari Ini: Setelah Banten dan Jakarta, M 5,2 Guncang Laut Bengkulu

Fenomena
Mirip Penguin Purba, Burung Raksasa Ini Tingginya Lebih dari 2 Meter

Mirip Penguin Purba, Burung Raksasa Ini Tingginya Lebih dari 2 Meter

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,4 Guncang Rangkasbitung, Terasa hingga Jakarta

Gempa Hari Ini: M 5,4 Guncang Rangkasbitung, Terasa hingga Jakarta

Fenomena
Pakar Tektonik ITB: Gempa Rangkasbitung Bukan Gempa Megathrust

Pakar Tektonik ITB: Gempa Rangkasbitung Bukan Gempa Megathrust

Fenomena
Mengenal Jenis Vaksin Kucing dan Penyakit yang Sering Dialami Si Pus

Mengenal Jenis Vaksin Kucing dan Penyakit yang Sering Dialami Si Pus

Oh Begitu
Wabah Pes Muncul di China, Dulu Sebabkan ‘Black Death’ yang Tewaskan Jutaan Jiwa

Wabah Pes Muncul di China, Dulu Sebabkan ‘Black Death’ yang Tewaskan Jutaan Jiwa

Fenomena
Petir Bunuh 147 Orang India, Bagaimana Udara Panas dan Lembap Memicunya?

Petir Bunuh 147 Orang India, Bagaimana Udara Panas dan Lembap Memicunya?

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Benarkah Bayi Mewarisi Alergi dari Orangtua?

Seri Baru Jadi Ortu: Benarkah Bayi Mewarisi Alergi dari Orangtua?

Oh Begitu
Semua Jenis Kucing Wajib Divaksin, Ini Alasannya

Semua Jenis Kucing Wajib Divaksin, Ini Alasannya

Oh Begitu
Muncul Wabah Pes di China, Warga Mongolia Dilarang Makan Hewan Marmot

Muncul Wabah Pes di China, Warga Mongolia Dilarang Makan Hewan Marmot

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Pulau Jawa, Bali, Lombok, dan Sebagian Sumatera

Gempa Hari Ini: M 6,1 Guncang Pulau Jawa, Bali, Lombok, dan Sebagian Sumatera

Fenomena
Diprediksi Oktober Covid-19 di AS Melonjak, Masker Bisa Kurangi Potensi Kematian

Diprediksi Oktober Covid-19 di AS Melonjak, Masker Bisa Kurangi Potensi Kematian

Fenomena
Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X