Kompas.com - 11/03/2020, 14:17 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KOMPAS.com - Salah satu pasien positif Covid-19 dinyatakan meninggal dunia. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto.

“Tadi malam pukul 02.00 WIB lewat sedikit, pasien identitas nomor 25 meninggal dunia,” tutur Yuri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Baca juga: BREAKING NEWS: Satu Pasien Corona di Indonesia Meninggal Dunia

Juru bicara untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 tersebut menjelaskan, pasien meninggal dunia didahului oleh penyakit penyerta.

“Didahului oleh penyakit diabetes, hipertensi, dan penyakit paru obstruksi menahun. Meninggalnya karena komplikasi. Corona memperburuk daya tahan tubuh dia,” lanjutnya.

Memperparah penyakit penyerta

Yuri menjelaskan bahwa virus SARS-CoV-2 membuat penyakit penyerta yang dimiliki menjadi semakin parah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Bukan coronavirus yang jadi masalah, tapi itu yang memperburuk kondisinya,” ujar ia.

Orang dengan penyakit penyerta memang memiliki faktor risiko lebih besar untuk terkena Covid-19 dalam level severe (parah).

Baca juga: Terungkap, Profil Orang yang Rentan Meninggal akibat Virus Corona Wuhan

Data terakhir dari World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa angka kematian untuk Covid-19 adalah 3,4 persen.

Studi yang dipublikasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China bulan lalu mengungkapkan bahwa virus ini memiliki gejala paling parah pada pasien usia lanjut yang memiliki penyakit penyerta.

Dilansir dari New York Times, data yang diambil pada Januari 2020 menyebutkan bahwa mayoritas pasien Covid-19 yang meninggal dunia memiliki penyakit penyerta seperti sirosis hati, hipertensi, diabetes, dan Parkinson.

Baca juga: Update Virus Corona 11 Maret: 119.179 Kasus di 118 Negara

Data dalam studi tersebut juga menunjukkan bahwa risiko meninggal dunia akibat Covid-19 meningkat seiring bertambahnya usia. Mulai dari usia 40-an (0,4 persen), usia 50-an (1,3 persen), usia 60-an (3,6 persen), usia 70-an (8 persen), dan 80 tahun ke atas (14,8 persen).

Melansir BBC, pasien berusia lanjut dengan penyakit penyerta memiliki faktor risiko yang lebih besar untuk meninggal dunia karena Covid-19. Hal ini disebabkan oleh dua hal yakni berkurangnya imun dan kemampuan tubuh menyembuhkan diri sendiri.

“Kualitas antibodi yang dihasilkan saat kita menginjak usia 70-an jauh lebih buruk dibanding antibodi yang dihasilkan saat usia 20-an,” tutur Profesor Paul Hunter dari University of East Anglia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X