Kompas.com - 09/03/2020, 20:04 WIB

KOMPAS.com - Sebagai upaya perlindungan dan menjaga kelestarian alam, anak sekolah dasar (SD) dijadikan sasaran edukasi lingkungan di wilayah konservasi Taman Nasional Wakatobi.

SD Negeri Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara telah menerapkan program pengajaran melalui alat peraga untuk memberikan pengetahuan tentang kelestarian lingkungan dan alam.

Salah satu Guru di SD Negeri Kulati, Taharuddin, berkata bahwa memasukkan edukasi lingkungan di mata pelajaran siswa kelas 4,5 dan 6 telah dilakukan sejak tahun 2014.

Akan tetapi, awalnya pemberian materi kepedulian terhadap lingkungan itu tidak menarik dan tidak mudah ditangkap oleh siswa-siswanya.

Baca juga: Kajian Sampah Pesisir Huntete Wakatobi, Banyak dari Negara Tetangga

"Kalau sekarang, kita juga dapat bantuan program edukasi lingkungan, dan itu teknisnya pakai alat peraga, jadi lebih menarik bagi siswa," kata Taha di Desa Kulati-Wakatobi, Sabtu (29/2/2020).

Bantuan program edukasi lingkungan bagi siswa SD Negeri Kulati itu diberikan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), dan berupa pendampingan kelola sistem program edukasi lingkungan serta training pengajaran konservasi lingkungan yang sesuai untuk anak-anak SD.

Disampaikan oleh Stakeholder Engagement Coordinator YKAN, La Ode Arifudin, bantuan program edukasi lingkungan siswa SD Negeri Kulati tersebut telah dimulai sejak tahun 2018.

Harapannya, anak-anak akan sadar sejak dini betapa pentingnya menjaga ekosistem dan lingkungan dari bahaya kerusakan akibat sampah, terutama sampah plastik yang tidak mudah teruraikan dan mengancam ekosistem tempat mereka tinggal.

"Sasarannya adalah penyadartahuan para siswa," kata Arif.

Baca juga: Ini Cara Pemerintah Atasi Masalah Sampah di Taman Nasional Wakatobi

Cara pengajaran edukasi lingkungan di kelas

Cara mengajarkan peduli lingkungan di SD Negeri Kulati, WakatobiKOMPAS.com/Ellyvon Pranita Cara mengajarkan peduli lingkungan di SD Negeri Kulati, Wakatobi

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.