Kompas.com - 08/03/2020, 17:02 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KOMPAS.com – Penting bagi masyarakat untuk memperhatikan gejala-gejala tertular Covid-19 seperti batuk, demam, dan sesak napas.

Jika tak ada gejala pun, seseorang perlu memperhatikan tanda-tanda terkenanya Covid-19. Hal ini bisa dilakukan dengan self monitoring dan self isolation.

Self monitoring dilakukan oleh orang yang tidak memiliki gejala, sementara self isolation digunakan untuk mereka yang memiliki gejala,” tutur Representatif World Health Organization (WHO) untuk Indonesia, Dr N Paranietharan saat sesi diskusi bersama media di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Self monitoring

Paranietharan menjelaskan bahwa self monitoring dilakukan apabila seseorang asimptomatik, atau tidak memiliki gejala Covid-19.

Self monitoring dilakukan dengan mengecek suhu tubuh setiap hari, serta memperhatikan gejala-gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas,” jelasnya.

Self monitoring, lanjut ia, patutnya dilakukan apabila seseorang telah terekspos atau berkontak dengan pasien Covid-19 atau pernah mengunjungi negara terdampak Covid-19.

Baca juga: Antisipasi Corona, Efektifkan Hand Sanitizer Lindungi Diri dari Penyakit?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Self monitoring direkomendasikan dilakukan selama 14 hari sejak tanggal ekspos tersebut,” tambah Paranietharan.

Jika saat self monitoring Anda menemukan gejala, tinggallah di rumah dan praktekkan self isolation. Hubungi petugas medis, ceritakan gejala dan kontak dengan pasien Covid-19 kemudian ikuti petunjuk mereka.

Self isolation

Self isolation dilakukan apabila seseorang tengah sakit, seperti demam dan susah napas, memilih untuk tinggal di rumah saja tanpa pergi ke kantor, sekolah, atau tempat umum.

“Kalau merasa tidak enak badan, tinggal saja di rumah. Jangan ke kantor atau sekolah, untuk mengurangi risiko transmisi Covid-19,” tutur Paranietharan.

Baca juga: Curiga Terinfeksi Virus Corona, Lantas Apa yang Harus Dilakukan?

WHO menjelaskan bahwa self isolation adalah cara pengukuran yang penting untuk menghindari transmisi Covid-19 ke masyarakat sekitar, termasuk anggota keluarga.

Self isolation dipraktekkan apabila seseorang mengalami sakit (namun tidak sakit keras) tanpa membutuhkan pertolongan medis.

Idealnya, seseorang yang melakukan self isolation memiliki sebuah ruangan di rumah yang terpisah dengan ruangan lainnya. Jika memungkinkan, jarak antara seseorang dengan anggota keluarganya minimal 1 meter.

Baca juga: 2 Lagi Positif Corona di Indonesia, Kapan Kita Harus Curiga Terinfeksi?

Penggunaan masker sangat penting bagi orang yang melakukan self isolation. Mereka juga harus memiliki alat makan dan minum, handuk, serta seprai sendiri.

“Durasi melakukan self isolation bervariasi. Anda harus mendiskusikannya dengan petugas medis dan mungkin akan dibutuhkan tes laboratorium,” tambah Paranietharan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Fenomena
Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Oh Begitu
7 Langkah Isolasi Mandiri di Rumah Agar Cepat Pulih

7 Langkah Isolasi Mandiri di Rumah Agar Cepat Pulih

Kita
Ikan dari Zaman Dinosaurus Ini Bisa Hidup Sampai 1 Abad, Hamil 5 Tahun

Ikan dari Zaman Dinosaurus Ini Bisa Hidup Sampai 1 Abad, Hamil 5 Tahun

Oh Begitu
Bisakah Kita Menghentikan Waktu? Ini Jawaban Para Ahli

Bisakah Kita Menghentikan Waktu? Ini Jawaban Para Ahli

Oh Begitu
komentar
Close Ads X