Seri Baru Jadi Ortu: Anak Sering Mimisan, Apakah Berbahaya?

Kompas.com - 05/03/2020, 07:03 WIB
Ilustrasi. shutterstockIlustrasi.

KOMPAS.com – Tak sedikit orangtua yang panik ketika mendapati bayi atau anak yang mimisan secara tiba-tiba. Anak kerap mimisan saat sedang bermain, melakukan aktivitas fisik, atau bahkan sedang tidur.

dr Ellen Wijaya Sp.A selaku Dokter Spesialis Anak, RS Pondok Indah Puri Indah, mengatakan bahwa hidung merupakan organ yang kaya dengan aliran darah. Pembuluh darah yang terdapat di hidung terletak superfisial dan tidak terlindungi oleh apapun.

“Oleh karena itu, jika terjadi trauma pada hidung sering mengakibatkan iritasi pada mukosa hidung, dan pendarahan atau yang dikenal dengan mimisan,” tutur Ellen kepada Kompas.com, Rabu (4/3/2020).

Baca juga: Jangan Mendongak, Begini Cara Hentikan Mimisan

Mimisan, lanjut Ellen, sering terjadi pada anak usia 2 hingga 10 tahun yang diakibatkan oleh trauma. Contohnya akibat mengorek hidung (nose picking).

“Namun 80-90 persen kasus mimisan tidak diketahui penyebabnya, alias idiopatik,” tambah ia.

Pendarahan depan dan belakang hidung

Berdasarkan lokasi pendarahan, mimisan dibagi menjadi pendarahan depan dan belakang hidung.

Lebih dari 90 kasus mimisan terjadi akibat pendarahan di bagian depan hidung. Pada umumnya pendarahan ini terjadi secara spontan, dapat berhenti dengan penekanan dalam waktu singkat, dan tidak berbahaya.

Baca juga: 5 Cara Cepat Menghentikan Mimisan

“Sementara itu pendarahan yang berasal dari bagian hidung belakang jarang terjadi pada anak, dan pada umumnya akibat kelainan pembekuan darah, tumor, atau inflamasi,” jelas Ellen.

Sifat pendarahan pada bagian belakang hidung lebih berat karena sulit berhenti dan meningkatkan risiko tertelannya darah. Serta, terjadinya sumbatan jalan napas.

Hal yang harus dilakukan

Lantas apa yang harus dilakukan orangtua ketika si buah hati mimisan? Ellen menghimbau orangtua agar tetap bersikap tenang.

“Posisikan anak duduk dengan kepala tidak boleh menengadah ke atas. Tekan hidung bagian depan secara perlahan selama 5-10 menit. Jelaskan anak untuk bernapas melalui mulut dan mengeluarkan darah yang tertelan,” paparnya.

Baca juga: Seri Baru Jadi Ortu: Bagaimana Jika Anak Telat Imunisasi?

Setelah itu, konsultasikan mimisan kepada dokter spesialis anak. Terutama jika kondisinya sebagai berikut:

- Mimisan terjadi pada bayi atau anak berusia di bawah 2 tahun
- Mimisan yang tidak berhenti dengan penekanan
- Mimisan hebat hingga menyebabkan pingsan
- Mimisan yang terjadi berulang
- Mimisan yang mengakibatkan si kecil sesak karena terjadi sumbatan jalan napas
- Mimisan yang disertai terjadinya trauma pada kepala dan wajah.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mampu Serang Dinosaurus, Nenek Moyang Buaya Punya Gigi Sebesar Pisang

Mampu Serang Dinosaurus, Nenek Moyang Buaya Punya Gigi Sebesar Pisang

Fenomena
Bukan Hewan Soliter, Hiu Terbukti Membentuk Komunitas

Bukan Hewan Soliter, Hiu Terbukti Membentuk Komunitas

Oh Begitu
Menengok Pendekatan Kultural dalam Pencegahan Pandemi Tahun 1920

Menengok Pendekatan Kultural dalam Pencegahan Pandemi Tahun 1920

Fenomena
Demi Udara Sehat Jakarta Jangan Izinkan Pembangunan Pembangkit Listrik, Kenapa?

Demi Udara Sehat Jakarta Jangan Izinkan Pembangunan Pembangkit Listrik, Kenapa?

Oh Begitu
Vaksin Corona Rusia Siap Diimunisasikan, Ilmuwan Ragukan Keamanannya

Vaksin Corona Rusia Siap Diimunisasikan, Ilmuwan Ragukan Keamanannya

Fenomena
Serba-serbi Hewan: Sering Curi Cermin, Benarkah Monyet Suka Becermin?

Serba-serbi Hewan: Sering Curi Cermin, Benarkah Monyet Suka Becermin?

Oh Begitu
WHO Ingatkan Hindari Perawatan Rutin Gigi untuk Cegah Virus Corona

WHO Ingatkan Hindari Perawatan Rutin Gigi untuk Cegah Virus Corona

Oh Begitu
Sumber Utama Polusi Udara Jakarta Ternyata Bukan Transportasi, Kok Bisa?

Sumber Utama Polusi Udara Jakarta Ternyata Bukan Transportasi, Kok Bisa?

Oh Begitu
Mulai Malam Ini, Puncak Hujan Meteor Perseids di Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Puncak Hujan Meteor Perseids di Langit Indonesia

Fenomena
Dataran Es Terakhir Berusia 4.000 Tahun di Arktik Terbelah

Dataran Es Terakhir Berusia 4.000 Tahun di Arktik Terbelah

Fenomena
Terkenal Buruk, Begini Kualitas Udara Jakarta Selama Pandemi Covid-19

Terkenal Buruk, Begini Kualitas Udara Jakarta Selama Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Bencana Lingkungan, Ribuan Ton Minyak Tumpah di Mauritius Terlihat dari Luar Angkasa

Bencana Lingkungan, Ribuan Ton Minyak Tumpah di Mauritius Terlihat dari Luar Angkasa

Fenomena
Kematian Ratusan Gajah di Botswana Masih Misteri, Hasil Tes Tidak Meyakinkan

Kematian Ratusan Gajah di Botswana Masih Misteri, Hasil Tes Tidak Meyakinkan

Oh Begitu
Lindungi Ternak dari Predator, Ahli Bikin Gambar Mata di Pantat Sapi

Lindungi Ternak dari Predator, Ahli Bikin Gambar Mata di Pantat Sapi

Oh Begitu
Kualitas Laut Parah, Ada Polutan Beracun di Tubuh Paus dan Lumba-Lumba

Kualitas Laut Parah, Ada Polutan Beracun di Tubuh Paus dan Lumba-Lumba

Fenomena
komentar
Close Ads X