Mengapa Nyamuk Demam Berdarah Merajalela di Musim Hujan?

Kompas.com - 11/02/2020, 17:30 WIB
ilustrasi pasien DBD Shutterstockilustrasi pasien DBD

“Kalau hujan kecil, wadah-wadah atau kontainer seperti cekungan di pohon, berbagai jenis daun misalnya daun pisang, semak belukar, talang rumah, ember, atau gelas yang tidak terpakai di tumpukan sampah berpotensi terisi air. Kemudian menggenang, nyamuk suka bersarang dan bertelur di sana,” paparnya.

Tak hanya DBD, penyakit cikungunya juga berpotensi merajalela karena virus dengue juga disebabkan oleh nyamuk Ae. Albopictus.

Negara kedua dengan Kasus DBD Terbanyak

“Dari hasil penelitian, Indonesia merupakan negara kedua dengan penderita DBD terbanyak di dunia setelah Brasil,” tutur Tedjo.

Epidemi dengue di Indonesia telah dimulai pada 1968, tepatnya di Jakarta dan Surabaya.

“Dulu kasusnya masih sedikit, namun sampai sekarang kasusnya sangat meningkat. Pada tahun 1968, prevalensi pasien yang terkena DBD masih 0,05 per 100.000 jiwa. Namun pada 2016, meningkat sangat pesat menjadi 86 per 100.000 jiwa,” paparnya.

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) lewat situs resminya menyebutkan bahwa DBD merupakan masalah kesehatan utama di wilayah tropis dan sub-tropis.

Baca juga: Bagaimana Google Trends Bisa Bantu Monitoring Demam Berdarah?

Sampai saat ini, sekitar 3,9 miliar orang di 128 negara di dunia berisiko terinfeksi virus dengue. Diperkirakan, hampir 390 juta kasus infeksi DBD terjadi setiap tahun secara global.

Hal tersebut mengakibatkan hampir 500.000 orang di seluruh dunia membutuhkan perawatan setiap tahunnya, sementara 20.000 orang di antaranya meninggal dunia.

Cara mencegah DBD

Gerakan 3M Plus yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menjadi acuan untuk pencegahan DBD dalam lingkup sekitar.

3M Plus terdiri dari:

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X