Salin Artikel

Kanguru Gunakan Ekor sebagai Kaki Tambahan Saat Berjalan

KOMPAS.com - Kanguru, hewan yang terkenal suka melompat dan identik dengan negara Australia mempunyai cara berjalan yang unik.

Sebuah studi menunjukkan kanguru menggunakan ekornya sebagai kaki tambahan saat berjalan.

Ini termasuk ke dalam salah satu serba-serbi hewan yang menarik untuk dipelajari.

Dilansir dari Live Science, Selasa (26/10/2021), Shawn O'Connor, seorang rekan Postdoctoral di Simon Frasier University Kanada bersama Max Donelan, seorang peneliti Biomekanik di kampus yang sama, menjelaskan terkait hal ini melalui penelitian mereka.

Dalam studinya, O'connor dan Donelan sedang mempelajari detail penggerak manusia dan hewan sebagai upaya untuk memajukan prostetik (pembuatan alat ganti anggota gerak tubuh yang hilang) dan terapi untuk orang-orang yang mengalami stroke atau cedera.

Para peneliti mengamati bahwa kanguru menanamkan ekornya ketika berjalan secara pentapedal, cara berjalan di mana kaki belakang bergantian dengan kaki depan dan ekor dalam menopang tubuh.

Namun, menurut O'Connor dan Donelan, alasan kanguru menggunakan ekornya saat berjalan masih tetap menjadi misteri.

"Ketika kanguru berjalan secara pentapedal, yang mereka habiskan lebih banyak waktu daripada melompat, mereka menggunakan ekor mereka seperti kaki," ujar O'Connor.

O'Connor menambahkan bahwa fakta yang ditemukan adalah kanguru juga melakukan pekerjaan mekanis sebanyak yang dilakukan manusia dengan salah satu kakinya.

"Gaya berjalan yang tidak biasa oleh hewan yang tidak biasa, seperti berjalan pentapedal oleh kanguru, memberikan wawasan tentang luasnya solusi yang tersedia untuk masalah biomekanik yang sama untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain," kata Donelan.

Uniknya, melalui studi tersebut, peneliti menemukan bahwa ekor kanguru menghasilkan lebih banyak kekuatan pendorong.

Kekuatan pendorong tersebut diketahui lebih besar daripada gabungan kekuatan anggota tubuh depan dan belakang untuk menggerakan kanguru ke depan.

Hal ini dikarenakan, saat berjalan, kanguru menggerakkan lebih dari 20 tulang ekornya.

Semua tulang ekor tersebut berperan sebagai tulang kaki, betis dan paha yang sangat membantu mereka untuk berjalan pentapedal.

Melalui penelitian tersebut, diketahui pula bahwa kanguru merupakan contoh hewan pertama yang menggunakan ekornya sebagai kaki.

Selain itu, kemampuan untuk mendorong dengan satu tungkai kaki saat berpindah dari satu posisi ke posisi lainnya bukan merupakan hal yang bisa diremehkan.

Alasannya adalah orang yang memiliki masalah untuk berjalan juga sedang berjuang agar bisa mendapatkan kemampuan seperti yang miliki kanguru.

Saat ini, hasil studi tersebut telah diterbitkan dalam Jurnal Biology Letters.

https://www.kompas.com/sains/read/2021/10/27/160100123/kanguru-gunakan-ekor-sebagai-kaki-tambahan-saat-berjalan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Kita
Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Oh Begitu
WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kita
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Fenomena
Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Oh Begitu
95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

Oh Begitu
Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Oh Begitu
Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Oh Begitu
Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Oh Begitu
Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Oh Begitu
Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Batuan Berlapis Warna Ungu di Mars, Apa Itu?

Ilmuwan Temukan Batuan Berlapis Warna Ungu di Mars, Apa Itu?

Oh Begitu
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.