Hikmah Ramadhan: Cara Beragama Orang Berilmu, Teladan Imam Malik dan Imam Syafii

Kompas.com - 12/05/2021, 12:00 WIB
Ilustrasi kitab suci agama Islam Al Quran dan tasbih. FREEPIKIlustrasi kitab suci agama Islam Al Quran dan tasbih.

MAZHAB Maliki dan Mazhab Syafi’i memiliki pertalian keilmuan teramat dekat. Pendiri mazhab Maliki adalah Imam Malik.

Nama lengkapnya Malik bin Anas bin Malik bin 'Amr Al-Asbahi Al-Madani. Lahir di Madinah sekitar tahun 93 H atau tahun 712. Imam Malik wafat sekitar tahun 795 atau 174 H.

Pendiri mazhab Syafi’i adalah Imam Syafi’i atau Abu Abdullah Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i Al-Muthalibi Al-Qurasyi. Imam Syafi’i lahir di Gaza, Palestina, tahun 150 H atau tahun 767.

Imam Syafi’i wafat di Fustat, Kairo tahun 205 H atau tahun 820. Imam Syafi’i adalah seketurunan dengan Nabi Muhammad, melalui jalur Muthalib.

Baca juga: Hikmah Ramadhan: Piramid, Tempat Firaun Melihat Tuhan?

Hubungan Imam Malik dan Imam Syafi’i ini memang begitu dekat, antara guru dan murid. Imam Malik adalah guru Imam Syafi’i.

Walaupun menimba ilmu di kolam sang guru, tetapi sang murid mempunyai pendapat berbeda. Buktinya mereka membangun mazhab berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun demikian, keduanya saling menghormati. Ada kisah menarik tentang mereka. Suatu hari, dalam suatu majelis belajar, Imam Malik menyampaikan bahwa masalah rezeki sudah diatur oleh Allah.

Rezeki datang tanpa sebab. Manusia cukup bertawakal. Allah yang akan memberikan rezeki.

“Lakukan yang menjadi bagianmu, biarkan Allah mengurus lainnya,” ujar Imam Malik.

Malik bersandar pada hadits nabi, “Andai kalian bertawakal kepada Allah sebenar-benarnya tawakal niscaya Allah akan berikan rezeki kepada kalian, sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar lalu pulang dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad).

Baca juga: Hikmah Ramadhan: Antara Mudik 2021 dan Prokes di Zaman Nabi Muhammad SAW

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.