Tangis Ihat dan Solusi Zakat di Teras Sehat

Kompas.com - 11/05/2021, 23:17 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.

Oleh: Kol. (Purn) Drs. Nur Chamdani*

SEPERTI menampung air mata, banyak rumah sakit kerap menjadi tumpahan tangis kaum papa. Duka mereka yang gagal menebus kesembuhan di ruang-ruang perawatan, karena tak memiliki dana. Luka mereka yang kerap semakin menganga, karena tak punya biaya.

Sebagai salah satu lembaga pemerintah nonstruktural, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), turut hadir mewakili negara untuk membantu mereka agar mampu keluar dari problema yang mendera. Dengan membangun program-program layanan berbasis zakat, infak, sedekah (ZIS serta dana sosial dan keagamaan lainnya (DSKL).

Baca juga: Hikmah Ramadhan: Piramid, Tempat Firaun Melihat Tuhan?

Sebut saja kisah, Darajat (10 tahun), bocah yang dirawat di sebuah RS karena demam berdarah dengue (DBD) dan harus diopname setelah mengalami kejang selama empat hari. Demi kesembuhan anak, sang ayah meminjam uang tetangga untuk biaya pengobatan yang saat itu tak bisa ditanggung asuransi.

Kisah yang ditulis Baznas.go.id pada 15 November 2019 ini, mencatat, pihak keluarga berusaha keras mencari bantuan untuk pelunasan biaya yang terutang.

Mendapatkan informasi ini, Tim Layanan Aktif BAZNAS (LAB) bergerak memberikan pertolongan dengan melunasi tunggakan. Pihak keluarga pun merasa lega, ketika Darajat yang sembuh setelah lama dirawat, diperbolehkan pulang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengalaman sama dirasakan Ibu Ihat Solihat (27 tahun), penderita kanker anus yang tak dapat lagi beraktivitas maksimal. Awal tahun 2020, ia mulai merasakan sakit di bagian pinggul yang berujung pendarahan.

Hasil diagnosa dokter menyatakan ia mengidap kanker, sehingga harus dirujuk ke sejumlah rumah sakit, karena harus menjalani biopsi dan serangkaian radiasi. Ihat mendapat 25 kali penjadwalan di Rumah Sakit Siloam MRCCC, Semanggi, Jakarta.

Sang suami yang tak bekerja lagi karena rutin mendampingi berobat, menyebabkan Ihat terpaksa berutang ke tetangga dan saudara. Total pinjaman jutaan rupiah itu, untuk memenuhi kebutuhan selama tinggal di kontrakan dekat rumah sakit.

Baca juga: Zakat dan Pelipur Lara Agar Warteg Kembali Berdaya

Tim LAB memberikan respons cepat dengan mendatangi Ihat untuk melihat perkembangan kondisinya. Kemudian memeriksa kebutuhannya dan mendistribusikan kantung kolostomi yang merupakan penunjang utama menuju kesembuhannya.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.