Amin Mudzakkir
Peneliti di LIPI

Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) | Peneliti di LIPI

"Ngaji Pasaran" Online, Menembus Batas-batas Tradisional

Kompas.com - 02/05/2020, 21:11 WIB
Ngaji online bersama KH Anwar Manshur 2 Mei 2020 di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Youtube/Pondok Pesantren LirboyoNgaji online bersama KH Anwar Manshur 2 Mei 2020 di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Oleh Amin Mudzakkir*

SALAH satu yang khas dari bulan puasa adalah penyelenggaraan ngaji pasaran atau pasanan. Selama lebih kurang satu bulan lamanya para santri secara intensif mengikuti pembacaan kitab kuning.

Biasanya dengan cara bandongan, yang memang hanya diajarkan di bulan puasa. Oleh karena itu, kitab yang diajarkan jarang kitab yang tebal, dengan tujuan agar bisa selesai pada waktu yang telah ditentukan.

Pada awalnya tradisi ngaji pasaran dilakukan di pesantren-pesantren tradisional. Mirip kegiatan pesantren kilat di sekolah-sekolah, tradisi ngaji pasaran mempunyai jadwal yang ketat dari pagi sampai malam.

Terkadang pesertanya tidak hanya santri yang mukim di pesantren bersangkutan, tetapi juga mereka dari luar yang datang khusus untuk kegiatan itu.

Baca juga: Hikmah Ramadhan: Menguji Iman dan Imun saat Pandemi Covid-19 di Bulan Ramadhan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kondisi tertentu, pelaksanan dimulai sejak beberapa hari atau beberapa pekan sebelum masuk bulan puasa supaya pembacaan kitab bisa rampung sebelum lebaran tiba.

Kitab-kitab yang diajarkan umumnya bukan kitab-kitab yang diajarkan sehari-hari, melainkan kitab-kitab lanjutan dalam bidang ilmu tertentu. Bidang keilmuannya bermacam-macam, tergantung pada keahilan kyai yang membacakan.

Di pesantren yang kyainya terkenal sebagai ahli fikih, misalnya, maka yang diajarkan adalah kitab fikih. Demikian seterusnya.

Selain untuk menamatkan pembacaan kitab kuning tertentu dalam waktu singkat, ngaji pasaran adalah ajang untuk mencari keberkahan.

Baca juga: Hikmah Ramadhan: Puasa, Pandemi Covid-19, dan Restart Kebangsaan

 

Lazimnya hal ini melekat pada pesantren dan kyai yang secara turun temurun telah dipercaya memiliki keistimewaan luar biasa.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.