Ali Rif’an
Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama

Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) | Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia

Hikmah Ramadhan: Puasa, Pandemi Covid-19, dan "Restart" Kebangsaan

Kompas.com - 29/04/2020, 07:31 WIB
Warga membaca Al Quran di Masjid Agung Suhada, Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (24/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19, Ramadhan tahun ini berlangsung dengan suasana sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. ANTARA FOTO/AKBAR TADOWarga membaca Al Quran di Masjid Agung Suhada, Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (24/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19, Ramadhan tahun ini berlangsung dengan suasana sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Oleh: Ali Rif’an*

BULAN Ramadhan sering disebut sebagai momentum introspeksi dan muhasabah diri. Ibarat motor, puasa merupakan saatnya ‘turun mesin’ untuk meneliti dan memeriksa sekaligus memperbaiki berbagai onderdil yang rusak.

Ibarat komputer, puasa merupakan proses me-restart diri. Restart dapat diartikan sebagai proses memulai kembali yang sebelumnya dimatikan beberapa saat.

Proses restart diri sangat penting. Metode restart bisa disebut sebagai langkah mengintegrasikan antara software (rohani) dan hardware (jasmani) agar dapat terkoneksi secara baik dan holistik.

Baca juga: Hikmah Ramadhan: Puasa Sebagai Pengendali Amarah

Sebagai ibadah yang disyariatkan oleh Allah SWT dengan kaifiyah atau tata cara tertentu, puasa punya tiga dimensi penting.

Pertama, dimensi ritual formal (fisik). Di sini puasa dimaknai sebagai ritual mencegah dari segala sesuatu yang membatalkan (makan, minum, bersetubuh).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, dimensi ritual spiritual (rohaniah). Artinya, puasa sebagai ritual menjauhkan diri dari segala sifat buruk dan sesuatu yang diikuti nafsu.

Ketiga, dimensi ritual intelektual. Artinya, dengan berpuasa, kita akan semakin tahu siapa sebenarnya diri kita.

Baca juga: Hikmah Ramadhan: Korupsi dan Ketiadaan Ruh dalam Puasa

Wafi anfusikum afala tubshirun (dan pada dirimu sendiri, apakah kamu tidak melihatnya dengan mendalam)” (QS Al-Dzariyat: 21).

Dengan kata lain, puasa bukan sekadar ritus tahunan yang berisi ritual peribadatan. Namun, puasa menghadirkan ruang untuk merenung dan berkontemplasi.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.