Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tiga Penyebab Kaca Jendela di Rumah Anda Alami Keretakan

Kompas.com - 10/06/2024, 22:18 WIB
Masya Famely Ruhulessin,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jendela merupakan salah satu area di rumah yang penting kehadirannya, baik untuk akses masuknya udara maupun cahaya.

Meskipun sudah dirawat dengan baik selama bertahun-tahun, kaca jendela di rumah Anda bisa mengalami keretakan.

Dikutip dari laman R and C Glass, berikut tiga penyebab mengapa kaca jendela di rumah Anda mengalami keretakan.

Baca juga: Perlukah Kamar Mandi Minimalis Memiliki Jendela?

1. Akibat perubahan tegangan

Jika Anda menemukan retakan di area tepi kaca jendela, kemungkinan besar itu terjadi karena adanya perubahan tegangan.

Perubahan suhu yang terus menerus akan memicu perubahan tegangan dan retraksi pada kaca. Pada hari yang dingin, kaca akan menyusut. Sedangkan kaca akan memuai pada hari yang panas.

Jika ini terjadi secara terus menerus, ini dapat menyebabkan tekanan pemuaian melebihi kekuatan kaca, sehingga menyebabkan retakan.

 

2. Akibat tekanan

Retakan karena tekanan lebih jarang terjadi namun harus tetap diantisipasi. Jenis retakan ini banyak ditemukan pada kaca berinsulasi dan jendela dengan dua panel.

Berbeda dengan retakan akibat suhu yang biasanya tegak lurus, retakan akibat tekanan umumnya berbentuk kurva, seperti jam pasir.

Jenis retakan ini terutama pada jendela yang dipasang pada tingkat ketinggian yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Baca juga: Nih Untung Rugi Punya Desain Jendela Minimalis di Rumah

3. Akibat benturan

Jika benda apa pun yang beterbangan di udara dan mengenai jendela, maka dapat menyebabkan jendela retak bahkan pecah.

Retakan akibat benturan umumnya disebabkan oleh batu yang beterbangan, bola, burung, dahan pohon, atau benda lain yang membentur jendela dengan cukup keras.

Retakan akibat benturan dapat dikenali dari suatu titik pusat (titik tumbukan) kemudian terdapat garis-garis dan retakan yang memanjang di sekitarnya. Retakan ini biasanya berbentuk pola ledakan bintang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com