Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lika-liku Cerita Kasus Mafia Tanah di Kendari, Menang hingga PK

Kompas.com - 10/06/2024, 15:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menceritakan pengalaman dirinya saat memberantas mafia tanah di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Sedangkan yang terakhir ini dilakukan di Kendari," katanya dalam media gathering di Jakarta, Jumat (7/6/2024).

Motif kasus di wilayah tersebut adalah pemalsuan dokumen sertifikat tanah yang selalu dimenangi oleh sang mafia di pengadilan. Kemenangan tersebut berujung pada keputusan Peninjauan Kembali (PK).

Akan tetapi, sesaat sebelum dieksekusi hasil keputusan dari pengadilan, barulah diketahui bahwa tanah seluas 1 hektar milik salah satu anggota masyarakat dirampas oleh mafia tanah.

Baca juga: Bocoran Target Operasi Mafia Tanah 2024

"Nah, karena dia kena colek (dirampas), dia enggak terima (masyarakat). Akhirnya, kita dapatkan laporan itu, kita bedah lagi, ternyata benar dokumen-dokumen yang digunakan itu palsu menggunakan dokumen kelurahan apa gitu namanya tahun 1972," ungkap AHY.

Padahal, kelurahan tersebut berdiri pada tahun 1978.

Maka dari itu, apabila Pemerintah tidak jeli, kemungkinan besar kasus tersebut dimenangi mafia tanah.

Dari kasus mafia tanah tersebut, dirinya mengeklaim telah menyelamatkan anggaran sebesar Rp 300 miliar.

"Masyarakat sangat bersyukur, dan negara juga tidak dirugikan," tandas AHY.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com