Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kementerian ATR/BPN Kejar Target 120 Juta Bidang Tanah Terdaftar 2024

Kompas.com - 30/05/2024, 08:30 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memiliki target dalam mendaftarkan 120 juta bidang tanah pada akhir tahun 2024.

Sementara pada tahun 2025, akan didaftarkan 126 juta bidang tanah di seluruh Indonesia oleh Pemerintah.

Akan tetapi dalam perjalanannya, bidang-bidang tanah ini bisa saja terjadi pemecahan.

Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengutarakan hal ini usai menghadiri Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Jenderal (Ditjen) Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Tahun 2024, Selasa (28/5/2024).

Baca juga: INA Digital Govtech Diluncurkan Jokowi, AHY Ogah Ketinggalan

"Tetapi, kita tahu, dalam perjalanannya, bidang-bidang tanah ini kan bisa terjadi pemecahan oleh seseorang. Kemudian, tanahnya satu petak, satu bidang, menjadi dua," katanya

Artinya, secara umum, hal ini sudah berprogres signifikan. Hingga akhirnya, Indonesia dapat mendeklarasikan warga negaranya bisa memiliki sertifikat tanah yang resmi.

AHY pun tidak ingin tertinggal dengan penerapan INA Digital Government Technology (GovTech) yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (27/5/2024).

"Kementerian ATR/BPN memiliki sejumlah layanan yang mendasar misalnya sertifikasi tanah secara elektronik. Ini telah kita lakukan secara masif per hari ini, ada 113 juta bidang tanah terdaftar melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap)," tutur AHY.

Menurutnya, pencapaian ini cukup mendapatkan apresiasi, bahkan oleh dunia.

"Nah, mudah-mudahan sampai akhir tahun 2024 ini, kita bisa mengejar sampai 120 juta bidang tanah," tuntas dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com