Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/05/2024, 05:30 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Semua Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) wajib menerapkan sistem transaksi jalan tol non-tunai nirsentuh nirhenti atau Multi Lane Free Flow (MLFF).

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian mengatakan bahwa MLFF juga menjadi Standar Pelayanan Minimum (SPM) BUJT.

"Menjadi sistem yang harus diterapkan, kan tidak bisa sebagian-sebagian kan, sebagian MLFF sebagian enggak," kata Hedy saat ditemui di The 19th ITS Asia Pacific Forum 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (28/5/2024).

MLFF resmi menjadi sistem pembayaran perjalanan jalan tol setelah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol ditetapkan dan diberlakukan mulai tanggal 20 Mei 2024.

MLFF merupakan inovasi sistem transaksi penggunaan jalan tol terbaru, setelah sebelumnya juga telah berubah dari sistem tunai menjadi non-tunai atau kartu uang elektronik.

Teknologi berbasis global navigation satellite system (GNSS) ini digadang bisa mengurai antrean kendaraan di gerbang tol dan mengurangi kerugian ekonomi akibat kemacetan.

Baca juga: Perjalanan MLFF, Jadi PSN hingga Langsung Diterapkan di Tol IKN

Dalam hal penyediaan teknologi, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) berhasil memenangi tender dan menjadi Badan Usaha Pelaksana (BUP) MLFF.

Direktur Utama PT RITS Attila Keszeg mengatakan, pelaksanaan MLFF di Indonesia mendapatkan pendanaan dari Pemerintah Hongaria sebesar 300 juta dollar AS atau ekuivalen dengan Rp 4,8 triliun.

"Sejauh ini kami sudah merealisasikan lebih dari 200 juta dollar AS untuk mengembangkan sistem ini," jelas Attila.

Dirinya juga menargetkan MLFF bisa secara perlahan diimplementasikan pada kuartal III-2024, yang dimulai dengan penerapan Single Lane Free Flow (SLFF) dengan barrier.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com