Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengembang Harus Berperan Aktif Perangi Perubahan Iklim

Kompas.com - 29/05/2024, 20:00 WIB
Masya Famely Ruhulessin,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang atau developer harus berperan aktif untuk menjaga lingkungan dalam pengembangan proyek properti melalui konsep properti hijau.

Penerapan konsep properti hijau sendiri bisa menjadi kontribusi sektor swasta dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim global.

Terlebih proses konstruksi bangunan mengkonsumsi 35 persen energi dan 12 persen air, menghasilkan 25 persen sampah serta mengeluarkan 39 persen emisi gas rumah kaca (greenhouse gases).

Setelah pembangunan selesai, operasionalisasi bangunan bertingkat bahkan berkontribusi tiga besar teratas produksi emisi karbondioksida.

Baca juga: Menakar Prospek Alam Sutera Usai Mahkota Ibu Kota Lepas dari Jakarta

“Suka tidak suka, developer harus turut berperan aktif dalam kegiatan memerangi perubahan iklim dunia,” ujar Chairperson Green Building Council Indonesia (GBCI) Iwan Prijanto dalam Elevee Media Talk, di Alam Sutera, Tangerang, Selasa (28/5/2024).

Bagi developer yang tidak bisa mengikuti ketentuan net zero carbon dalam aktivitas usahanya, maka dalam 10 tahun mendatang pasti akan terlambat. Risikonya adalah mereka bakal sulit menjual unit properti miliknya.

Sejak didirikan tahun 2009 silam, GBCI telah menerbitkan sertifikasi bangunan hijau atau greenship terhadap sejumlah proyek properti.


Bahkan, sertifikasi hijau terbitan GBCI juga sudah mendapat pengakuan dari World Green Building Council.

“Konsep bangunan hijau bertujuan melakukan konservasi, efisiensi serta saling berbagi dalam pemanfaatan sumber daya energi, air, lahan, udara dan lingkungan,” kata Iwan.

Sementara itu, Chief Marketing Officer (CMO) Elevee Condominium Alvin Andronicus mengakui, penerapan konsep properti hijau memang sangat penting dalam pengembangan sebuah kawasan properti.

Baca juga: EleVee, Solusi Investasi Properti Menjanjikan di Alam Sutera

Elevee Condominium yang merupakan bagian dari properti milik PT Alam Sutera Realty Tbk juga sudah mengadopsi konsep properti hijau.

“Secara kasat mata, Alam Sutera sudah menerapkan konsep properti hijau. Misalnya, penanaman pohon sebagai kanopi pedestrian, penggunaan transportasi publik terpadu, pengolahan sampah terpadu serta water treatment plan (WTP) yang memproduksi air bersih untuk dialirkan ke rumah-rumah di Alam Sutera,” beber Alvin.

Tidak hanya itu, menurut Alvin, pengembang Alam Sutera juga memasang 500 closed circuit TV (CCTV) di sejumlah titik sebagai alat pemantau arus lalu lintas.

“CCTV itu merupakan bagian dari Traffic Management System yang dijalankan oleh Alam Sutera untuk mengantisipasi tumpukan kendaraan agar tidak menimbulkan polusi udara. Kami juga tengah mengembangkan pengelolaan sampah terpadu agar bisa mewujudkan zero waste,” tukasya.

Penerapan Konsep Properti Hijau di Indonesia

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com