Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pakar Sebut Selesainya Pemilu Jadi Momentum Bangkitnya Sektor Properti

Kompas.com - 29/05/2024, 18:30 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

KOMPAS.com - Pasar properti di Indonesia disebut akan mengalami kebangkitan seiring telah selesainya Pemilu 2024.

Optimisme itu tersaji dalam diskusi yang digelar oleh Junior Chamber International (JCI) chapter Femme, Jayakarta, Dewata (potensial), berkolaborasi dengan MJO Property Consultant, bertema "Strategi dan Peluang Properti & Investasi di 2024", pada Senin (27/05/2024).

Matius Yusuf, pakar properti Indonesia, mengatakan bahwa properti masih menjadi investasi favorit, karena harganya yang terus meningkat.

"Jadi bisnis ini tidak akan pernah rugi sepanjang mempertimbangkan lokasi dan kredibilitas pengembang ataupun pengelola," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, pasar properti dalam lima tahun terakhir tumbuh fluktiatif dan bersifat simetri. Siklus bisnis real estate berkembang naik turun sesuai permintaan dan kebutuhan dengan konsep penjualan mengikuti keinginan pembeli maupun pedagang.

Matius menuturkan, pelaku bisnis properti pun optimis sektor real estate mengalami kebangkitan secara nasional setelah Pemilu 2024 didukung dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada angka 5 persen yang dibandingkan dengan negara lain masih minus.

"Properti akan bangkit 100 persen setelah pemilu ini karena akan banyak project-project baru," katanya.

Baca juga: Makin Menguntungkan, Ini Prospek Investasi Properti Komersial pada 2024

Ia menambahkan, bisnis properti yang masih Ditanggung Pemerintah (DTP) lewat insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) agar konsumsi pembelian meningkat dan insentif PPN senilai 11 persen untuk bangunan perumahan diharapkan dapat mendorong millenial dan Gen Z memiliki investasi properti sejak dini.

"Melalui insentif diharapkan melalui sektor properti, ekonomi kita bisa multiplayer effect," tukasnya.

Kemudian dari sub-sektor perhotelan, tahun 2024 diprediksi juga akan menjadi tahun yang lebih menguntungkan.

Gde Brawiswara, pakar operator budget hotel Indonesia mengatakan, pertumbuhan bisnis hotel ditopang tren menginap saat liburan sekolah, serta Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), baik dari pemerintah maupun swasta.

"Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatakan yang signifikan dalam kinerja operasional di sektor perhotelan," terangnya.

Ke depannya, pasar hotel diprediksi akan mengalami potensi pengembangan hotel yang terintergrasi ke dalam mixed used projects, sehingga akan mengalami tingkat hunian yang lebih tinggi.

"Ditambah lagi dengan tren staycation, yang di dominasi oleh wisatawan lokal," tutupnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com