Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mau Bantu Laporkan Mafia Tanah, Nirina Zubir: DM Saya

Kompas.com - 29/05/2024, 18:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Nirina Zubir menegaskan siap membantu masyarakat yang memiliki masalah pertanahan, khususnya mafia tanah.

Saat ditemui di Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Jakarta, Nirina mengizinkan masyarakat untuk mengirimkan pesan kepadanya lewat media sosial.

"Kita di sini ingin menggebuk mafia tanah, jadi suarakanlah. Nirina juga ada di sini, direct message (DM) Nirina, nanti juga Nirina bisa langsung berikan kepada Pak Menteri dan juga Pak Wamen dan semua jajaran di belakang Nirina yang telah membantu," katanya.

Hal ini berani diutarakannya setelah berhasil mendapatkan kembali aset miliknya setelah sempat direbut oleh mafia tanah. 

"Pada awal-awal banyak sekali sebenarnya yang merasakan hal yang sama tetapi tidak berani atau mungkin berpikir bahwa ah sudah deh ikhlaskan saja nanti mungkin itu menjadi istilahnya karmanya orang itu gitu. Tapi kan tidak bisa seperti itu selalu ya," papar Nirina.

Pada kesempatan tersebut, Nirina mendapatkan dua sertifikat tanah elektronik dari Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca juga: Layanan Sertifikat Tanah Elektronik Bakal Masuk Portal INA Digital

Dengan begitu, seluruh sertifikat tanah milik Nirin Zubir sudah kembali ke pangkuan. 

Sebelumnya, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Raja Juli Antoni telah menyerahkan 4 sertifikat tanah Nirina Zubir di Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta, Selasa (13/2/2024).

"Jadi kan Nirina ini adalah sebagai lambang bahwa kita bisa meraih kembali hak milik kita, kita benar, kita punya buktinya, jangan pernah takut untuk menyuarakan," tegasnya.

AHY mengungkapkan, pengembalian sertifikat tanah ini merupakan salah satu bukti komitmen Kementerian ATR/BPN dalam menggebuk mafia tanah.

AHY juga menyebut bahwa para mafia tanah sejatinya memiliki kecerdasan intelektual, namun salah dalam memanfaatkan kemampuannya.

Dia menjelaskan sertifikat tanah elektronik bisa lebih aman karena langsung masuk ke dalam database Kementerian ATR/BPN, sehingga digadang lebih sulit untuk dipalsukan.

"Tetapi sekali lagi, bagi yang sudah memiliki sertifikat berbentuk buku maupun elektronik, jaga baik-baik, jaga pekarangan kita baik-baik," tuntas AHY.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com