Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasca-erupsi Gunung Ruang, Panel Risha dan Ruspin Dikirim ke Sulut

Kompas.com - 29/05/2024, 06:30 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan akan melakukan pengiriman serta mobilisasi stok panel Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) dan Rumah Sistem Panel Instan (Ruspin) dari sejumlah daerah ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Nantinya, panel tersebut akan digunakan untuk membangun sebanyak 301 unit hunian tetap (huntap) dengan teknologi Risha dan Ruspin bagi hunian masyarakat pasca-bencana erupsi Gunung Ruang.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan hal ini dalam siaran pers, Selasa (28/5/2024).

“Pembangunan hunian masyarakat terdampak bencana alam sangat penting dan harus dilaksanakan dalam waktu tidak terlalu lama. Untuk itu, kami berencana mengirimkan stok panel Risha dan Ruspin untuk pembangunan huntap pasca-bencana erupsi Gunung Ruang di Sulut," katanya.

Baca juga: AHY Siapkan Lahan Perkebunan bagi Korban Erupsi Gunung Ruang

Dalam penanganan pasca-bencana ini, Kementerian PUPR akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) setempat untuk penetapan lokasi pembangunan huntap tersebut.

Pihaknya juga telah menempatkan sejumlah stok panel Risha dan Ruspin di sejumlah wilayah guna mempercepat pembangunan hunian apabila ada bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Selain itu, Iwan juga meminta agar Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I segera berkoordinasi dengan balai-balai perumahan yang memiliki stok panel Risha dan Ruspin seperti yang ada di Kota Manado dan Kabupaten Bandung untuk segera melaksanakan pengiriman panel tersebut.

“Kami mohon dukungan dari pemda dan masyarakat agar proses pembangunan Huntap ini bisa berjalan dengan lancar di lapangan. Ada beberapa contoh pembangunan huntap yang juga telah kami laksanakan dengan teknologi Risha seperti penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur dan pasca-erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang,” pungkas Iwan.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com