Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/05/2024, 22:40 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan tidak akan ada perubahan tarif tol meskipun Multi Lane Free Flow (MLFF) diterapkan.

"Karena tarifnya sudah termasuk biaya collecting. Jadi tidak ada perubahan (tarif tol)," kata Basuki saat ditemui di The 19th ITS Asia Pacific Forum 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (28/5/2024).

Menteri Basuki juga menegaskan bahwa sistem transaksi jalan tol non-tunai nirsentuh nirhenti ini tidak akan membebani Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) maupun pengguna jalan tol.

"Ini perubahan sistem dari tadinya cash menjadi tapping, sekarang menjadi Single Lane Free Flow (SLFF). Jadi enggak ada urusannya dengan tarif," tegas Basuki.

Urusan tarif tol sudah memiliki penghitungan khusus sesuai dengan masing-masing ruas jalan.

Adapun penerapan sistem transaksi jalan tol non-tunai nirsentuh nirhenti ini akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan penerapan SLFF dengan barrier.

Baca juga: Ingat, Tak Bayar Tol MLFF Bisa Kena Denda Tarif sampai 10 Kali Lipat

Ini merupakan proses transformasi sistem transaksi tol, sehingga bisa lebih mudah dievaluasi bila ditemukan kekurangan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) Attila Keszeg mengungkapkan bahwa MLFF mulai diterapkan pada kuartal III-2024.

"Saya pikir kami siap untuk mengimplementasikan sistem ini pada kuartal III tahun ini," ucap Attila.

Sebagai informasi, MLFF merupakan inovasi sistem transaksi penggunaan jalan tol terbaru, setelah sebelumnya juga telah berubah dari sistem tunai menjadi non-tunai atau kartu uang elektronik.

Teknologi berbasis global navigation satellite system (GNSS) ini digadang bisa mengurai antrean kendaraan di gerbang tol dan mengurangi kerugian ekonomi akibat kemacetan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com