Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Potong Gaji Pekerja, Duit Iuran Tapera Bisa Dipakai Apa?

Kompas.com - 28/05/2024, 17:00 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

KOMPAS.com - Kewajiban pemotongan gaji pekerja, termasuk pekerja mandiri, untuk iuran sebagai peserta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), sedang menjadi sorotan.

Hal itu seiring terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), yang ditetapkan pada 20 Mei 2024.

Terlepas dari pro dan kontra kebijakan itu, masyarakat mungkin masih bertanya-tanya tentang peruntukan dari dana iuran Tapera.

Dikutip dari laman resmi Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), proses pengelolaan Tapera dilakukan melalui penyimpanan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu, yang hanya dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan dan/atau dikembalikan pokok simpanan sekaligus hasil pemupukannya setelah kepesertaan berakhir.

Artinya, dana iuran Tapera dapat nantinya dimanfaatkan peserta untuk pembiayaan rumah dan/atau sekadar tabungan kerja.

Baca juga: Basuki Buka Suara soal Aturan Gaji Karyawan Dipotong buat Tapera

Sebagai Pembiayaan Perumahan

Untuk pembiayaan perumahan, terdapat tiga program yang dapat dimanfaatkan peserta Tapera yang termasuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Ketiga program pembiayaan perumahan itu meliputi:

  • Kredit Pemilikan Rumah (KPR): uang muka 0 persen, suku bunga 5 persen, cicilan tetap sampai lunas, tenor sampai 30 tahun, dan harga rumah mulai dari Rp 166 juta hingga Rp 240 juta (tergantung zona lokasi rumah).
  • Kredit Bangun Rumah (KBR): suku bunga 5 persen, cicilan tetap sampai lunas, tenor maksimal 20 tahun, dan limit kredit maksimal Rp 132 juta (wilayah selain Papua dan Papua Barat) atau Rp 171 juta (khusus Papua dan Papua Barat).
  • Kredit Renovasi Rumah (KRR): suku bunga 5 persen, cicilan tetap sampai lunas, tenor maksimal 10 tahun, dan limit kredit maksimal Rp 88 juta (wilayah selain Papua dan Papua Barat) atau Rp 114 juta (khusus Papua dan Papua Barat).

Adapun persyaratan bagi peserta Tapera untuk memanfaatkan pembiayaan perumahan yaitu:

  • Termasuk kategori MBR alias berpenghasilan kurang dari Rp 8 juta (wilayah selain Papua dan Papua Barat), atau kurang dari Rp 10 juta (khusus Papua dan Papua Barat);
  • Masa kepesertaan minimal 12 bulan;
  • Belum memiliki rumah untuk KPR dan KBR, serta perbaikan rumah pertama untuk KRR.

Di samping itu, BP Tapera juga memiliki kriteria ukuran prioritas bagi peserta yang akan memanfaatkan pembiayaan perumahan:

  • Lama masa kepesertaan;
  • Kelancaran membayar simpanan;
  • Kemendesakan kepemilikan rumah (jumlah anggota keluarga, penghasilan terendah, lama menunggu pembiayaan, dan usia);
  • Ketersediaan dana.

Sebagai Simpanan

Untuk pemanfaatan tabungan atau simpanan, pengertiannya sudah cukup jelas.

Di mana BP Tapera akan mengembalikan uang simpanan pokok sekaligus hasil pemupukannya saat kepesertaan berakhir.

Baca juga: Penjelasan Jokowi dan BP Tapera soal Aturan Gaji Karyawan Dipotong buat Tapera

Kepesertaan Tapera berakhir jika peserta mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Telah pensiun bagi pekerja;
  • Telah mencapai usia 58 tagun bagi pekerja mandiri;
  • Peserta meninggal dunia;
  • Peserta tidak memenuhi kriteria sebagai peserta selama 5 tahun berturut-turut.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com