Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Basuki Ajak Jepang Bangun Sabo Dam di Gunung Marapi Sumbar

Kompas.com - 27/05/2024, 15:34 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajak Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk terus memperkuat kerja sama di bidang teknologi pembangunan Sabo Dam.

Pembangunan dan rehabilitasi Sabo Dam bertujuan untuk mengurangi risiko dan dampak banjir lahar dari gunung berapi di Indonesia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (21/5/2024) menyebutkan, dibutuhkan 56 Sabo Dam untuk mengurangi risiko banjir lahar dingin dan material dari Gunung Marapi.

"Kebutuhan sabo Dam sekarang tidak hanya di Gunung Semeru atau Gunung Merapi di Pulau Jawa, tetapi juga gunung di Sumatera Barat. Karena itu, saya usul kepada JICA untuk membantu kerjasama pembangunan Sabo Dam di Sumatera Barat," ujarnya saat pertemuan bilateral dengan Senior Vice President JICA Kawamura Kenichi di sela-sela acara World Water Forum Ke-10 di Bali, Rabu (22/5/2024), dikutip dari laman Kementerian PUPR.

Dukungan JICA untuk pembangunan Sabo Dam di Sumbar tersebut, menurut Basuki berdasarkan perintah Jokowi. Setidaknya pada tahun ini dibangun 6 Sabo Dam di titik-titik rawan bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi.

"Keberadaan Sabo Dam di Indonesia saat ini sudah sangat krusial. Saya berharap kerja sama teknologi Sabo Dam dengan JICA termasuk juga untuk Sumatera Barat," katanya.

Baca juga: Asal Muasal Sabo Dam, Infrastruktur Pengendali Lahar Erupsi Gunung Berapi

Basuki menyampaikan, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan JICA sudah terjalin cukup lama dan diharapkan semakin kuat dan terus berlanjut, khususnya di bidang infrastruktur Sabo Dam.

Sejak tahun 1970 tercatat lebih dari 300 pakar teknologi Sabo dari Jepang dikirim ke Indonesia untuk membangun Sabo.

"Lewat kerja sama ini, Indonesia juga telah mengirim lebih dari 100 orang insinyur untuk mempelajari teknologi Sabo di Jepang," pungkasnya.

Senior Vice President JICA Kawamura Kenichi mengatakan, pentingnya Sabo Dam untuk mengurangi risiko banjir dari wilayah hulu gunung berapi juga sudah disampaikan dalam diskusi Bandung Spirit di World Water Forum Bali.

Selanjutnya hasil dari pertemuan bilateral tersebut akan ditindaklanjuti oleh JICA dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR.

Pada pertemuan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Jenderal Sumber Daya Air Bob Arthur Lombogia dengan Chief Representative JICA Takehiro Yasui tentang penguatan Sabo Technical Center.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com