Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER PROPERTI] AHY Sayangkan Investor Kabur karena Masalah Tanah

Kompas.com - 20/05/2024, 10:42 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (18/5/2024) setelah melakukan perjalanan dinas ke Washington DC, Amerika Serikat.

Agenda tersebut juga penting untuk menarik investor datang dan menanamkan modalnya ke Indonesia.

Menurutnya, sangat disayangkan apabila investor malah kabur ke negara tetangga untuk melakukan investasi karena kepastian hukum atas tanah di Indonesia masih belum jelas.

"Kita juga harus punya iklim dan ekosistem investasi yang semakin baik, kompetitif, dan menjanjikan. Ini yang bisa menarik capital masuk ke Indonesia dan pada akhirnya bisa menopang perekonomian," ungkap AHY.

Artikel ini menjadi terpopuler dalam kanal Properti Kompas.com, Senin (20/5/2024).

Selengkapnya baca di sini Pulang Dinas dari AS, AHY Sayangkan Investor Kabur karena Masalah Tanah

Artikel kedua yang menjadi terpopuler dalam kanal Properti Kompas.com adalah edisi Minggu (19/5/2024).

Dalam artikel tersebut memuat plus minus tandon air atas dan bawah, respon PT Jasa Marga (Persero) Tbk soal mutu beton Tol Mohammed Bin Zayed (MBZ) yang dinilai dibawah standar, serta dimulainya pelelangan pengusahaan Tol Gilimanuk-Mengwi.

[POPULER PROPERTI] Plus Minus Tandon Air Atas dan Bawah

Kabupaten Sumenep di Jawa Timur sedang menarik perhatian dari para calon pemilik rumah.

Sebagai pusat perhatian, daerah tersebut menawarkan berbagai pilihan rumah subsidi dengan harga yang terjangkau.

Rumah subsidi ini tersedia melalui Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang), dengan harga kurang dari Rp 200 juta.

Rekomendasinya bisa dicek di sini Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sumenep: Pilihan Ekonomis

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com