Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Syarat Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan dan Biayanya

Kompas.com - 10/05/2024, 07:32 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

KOMPAS.com - Setelah menerima warisan bidang tanah, penting bagi Anda untuk segera melakukan peralihan atau balik nama hak atas tanah.

Hal itu bertujuan meminimalisir risiko dan permasalahan hukum di kemudian hari serta demi tertib administrasi pertanahan.

Dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Kementerian ATR/BPN pada Kamis (09/05/2024), berikut persyaratan balik nama sertifikat tanah karena warisan beserta kisaran biayanya.


Syarat Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan

  • Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup.
  • Formulir permohonan memuat Identitas diri; Luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon; Pernyataan tanah tidak sengketa; serta Pernyataan tanah dikuasai secara fisik
  • Surat Kuasa apabila dikuasakan
  • Fotokopi identitas pemohon/para ahli waris (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  • Sertifikat asli
  • Surat Keterangan Waris sesuai peraturan perundang-undangan
  • Akte Wasiat Notariel
  • Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  • Penyerahan bukti SSB (BPHTB), dan PNBP (pada saat pendaftaran hak)

Baca juga: Siapa yang Berhak Menerima Tanah Warisan?

Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan

Sejumlah biaya balik nama sertifikat tanah warisan yang perlu dipersiapkan ialah pajak waris dan Bea Perolehan Hak Altas Tanah dan Bangunan (BPHTB) waris. Berikut penjelasannya:

  • Pajak Waris

Berdasarkan UU No. 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas UU Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, waris bukan merupakan objek pajak penghasilan (PPh), sehingga tidak ada biaya pajak penghasilan yang dikenakan alias bebas pajak penghasilan.

  • BPHTB Waris

Sedangkan dalam UU No. 28 Tahun 2008, pemindahan hak karena waris termasuk dalam objek BPHTB. Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan paling rendah sebesar Rp 300 juta.

Jadi, kalau nilai tanah warisan kamu kurang dari Rp 300 juta, tidak dikenakan BPHTB.

Sebagai catatan, tarif BPHTB ditetapkan dengan Peraturan Daerah setempat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com