Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

H-6 Lebaran, 209.608 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek ke Bandara Soekarno-Hatta

Kompas.com - 05/04/2024, 18:30 WIB
Masya Famely Ruhulessin,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai dari H-7 Hari Raya Lebaran atau Rabu (3/4/2024) sampai H-6 Lebaran atau Kamis (4/4/2024) Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat 209.608 kendaraan meninggalkan Jabotabek menuju Bandara International Soekarno Hatta.

Jumlah tersebut naik 7,60 persen jika dibandingkan volume lalu lintas transaksi normal yaitu 194.810 kendaraan.

Kendaraan Jabotabek menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta melalui dua Gerbang Tol (GT) pada H-7 hingga H-6 Lebaran 2024, dengan rincian sebagai berikut:

Baca juga: Sepekan Jelang Lebaran, 149.674 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

1. GT Cengkareng

Sebanyak 154.456 kendaraan bertransaksi GT Cengkareng atau naik 5,23 persen dibandingkan dari lalu lintas normal sebanyak 146.778 kendaraan.

2. GT Benda Utama

Sebanyak 55.152 kendaraan bertransaksi di GT Benda Utama atau naik 13,7 persen dibandingkan volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 48.032 kendaraan.

Baca juga: Gratis, Lewat Tol Bangkinang-XIII Koto Kampar sampai 16 April

Lalu Lintas Jawa Barat

JMT juga mencatat adanya peningkatan lalu lintas kendaraan meninggalkan Jabodetabek menuju selatan melalui jalan tol ruas Cipularang dan ruas Padaleunyi. Adapun distribusi lalu lintas menuju Jawa Barat sebagai berikut:

1. GT Cileunyi di Jalan Tol Padaleunyi

Tercatat sebanyak 65.619 kendaraan menuju Bandung atau Jakarta meninggalkan wilayah Rancaekek, Garut dan sekitarnya melalui GT Cileunyi.

Volume lalu lintas transaksi di GT tersebut meningkat 19,87 persen dari lalin normal yaitu sebanyak 54.743 kendaraan.

Sedangkan volume lalu lintas transaksi dari arah sebaliknya tercatat sebanyak 62.040 kendaraan atau meningkat 19,11 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 52.085 kendaraan.

 

2. GT Pasteur Jalan Tol Padaleunyi

Sementara itu, peningkatan volume lalu lintas transaksi GT Pasteur (masuk) meninggalkan Kota Bandung tercatat 58.628 atau naik 5,81 persen dibanding lalin normal sebanyak 55.408 kendaraan.

Sedangkan volume lalu lintas transaksi sebaliknya atau kendaraan yang menuju Kota Bandung melalui GT Pasteur (keluar) tercatat sebanyak 71.155 kendaraan.

Jumlah total kendaraan ini lebih tinggi 7,14 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 66.416 kendaraan.

Jasa Marga mengimbau kepada masyarakat agar mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan dengan memastikan kondisi kendaraan siap jalan, kondisi pengemudi yang prima, memperhatikan kecukupan BBM dan saldo e-toll untuk kenyamanan perjalanan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Bakal Hadiri Acara WWF, AHY: Air dan Tanah Tak Bisa Dipisahkan

Bakal Hadiri Acara WWF, AHY: Air dan Tanah Tak Bisa Dipisahkan

Berita
[POPULER PROPERTI] Plus Minus Tandon Air Atas dan Bawah

[POPULER PROPERTI] Plus Minus Tandon Air Atas dan Bawah

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Situbondo: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Situbondo: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Jombang: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Jombang: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Pulang Dinas dari AS, AHY Sayangkan Investor Kabur karena Masalah Tanah

Pulang Dinas dari AS, AHY Sayangkan Investor Kabur karena Masalah Tanah

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sampang: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sampang: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Trenggalek: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Trenggalek: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sumenep: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sumenep: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bondowoso: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bondowoso: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Tulungagung: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Tulungagung: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Gresik: Pilihan Hunian Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Gresik: Pilihan Hunian Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Probolinggo: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Probolinggo: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Seram Bagian Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Seram Bagian Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com