Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pusat Latihan "Paralympic" Dibangun, Dekat Gunung Lawu Bikin Betah

Kompas.com - 10/03/2024, 11:11 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Paralympic Training Center atau pusat latihan bagi atlet penyandang disabilitas mulai dibangun di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (8/3/2024).

Pembangunan sarana dan prasarana olahraga tersebut merupakan bagian dari dukungan pembinaan atlet paralympic supaya lebih berprestasi di tingkat internasional. 

Presiden Jokowi mengatakan, sarana dan prasarana pusat latihan olahraga di Karanganyar tersebut akan berstandar internasional bagi atlet disabilitas. 

"Saya harap training center untuk para atlet paralimpiade ini nantinya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berlatih, memotivasi, dan menambah giat berlatih untuk mencetak prestasi yang lebih baik," kata Jokowi. 

Baca juga: UPDATE Proyek Jalan Tol, Mulai Getaci hingga Tol Puncak

Presiden Jokowi menambahkan Paralympic Training Center dibangun di atas lahan seluas 8 hektar atau sekitar 80.262 meter persegi yang berada di kaki Gunung Lawu, tidak jauh dari kawasan Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri di Desa Delingan, Karanganyar.

Di lokasi tersebut juga disediakan hunian layak bagi para atlet berupa dua tower rumah susun setinggi 5 lantai dengan kapasitas 188 kamar. 

"Ini dekat Gunung Lawu, udaranya dingin, sehingga kalau tinggal di sini mestinya kerasan (betah) semua. Saya harapkan prestasi yang dicetak akan semakin baik, dan menjadi inspirasi dan mengharumkan nama baik bangsa dan negara dikancah internasional," kata Presiden.

Paralympic Training Center Karanganyar akan dibangun sejumlah sarana dan prasarana dengan luas bangunan 34.346 meter persegi.

Selain rusun untuk para atlet juga dibangun arena akuatik (kolam renang), kolam recovery, arena boccia, arena menembak, arena tenis meja dan wheel chair tenis meja, arena badminton, dan GOR multifungsi.

Baca juga: Penyebab Ambruknya Girder Proyek Flyover Bantain Masih Dievaluasi

Terdapat juga sarana untuk cabang olahraga (cabor) atletik berupa lapangan sepak bola, lintasan atletik panjang 400 meter, delapan lintasan lari 100 meter, lintasan lompat jauh, lompat tinggi, dan tolak peluru. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan, pembangunan Paralympic Training Center Karanganyar ini menjadi momentum untuk memiliki pusat latihan bagi para atlet disabilitas yang pertama di Indonesia. 

"Dengan prasarana olahraga yang baik yang diiringi semangat latihan akan menghasilkan hasil yang diharapkan, semoga dukungan infrastruktur ini dapat meningkatkan prestasi olahraga Paralympic Indonesia," kata Basuki. 

Baca juga: Sejarah Proyek Tol Dalkot Bandung, Sempat Dilirik JICA dan Jadi PSN

Direktur Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Essy Asiah mengatakan pembangunan sarana dan prasarana Paralympic Training Center dilaksanakan oleh PT Nindya Karya dengan biaya APBN senilai Rp 409,2 miliar.

Saat ini telah dimulai konstruksi dengan progres 5,65 persen.

"Paralympic Training Center dibangun dengan skema multi years contract tahun 2023-2024 dengan target selesai Desember 2024, tetapi kami akan mempercepat penyelesaian Insya Allah Oktober 2024 selesai," tuntas Essy.

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Usai Pandemi, Tren Belanja 'Offline' Meningkat Dua Kali Lipat

Usai Pandemi, Tren Belanja "Offline" Meningkat Dua Kali Lipat

Ritel
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kuningan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kuningan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Cirebon: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Cirebon: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Tasikmalaya: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Tasikmalaya: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Kementerian ATR/BPN Gandeng BUMN dan Swasta, Bina Warga Manfaatkan Tanah Hasil Redistribusi

Kementerian ATR/BPN Gandeng BUMN dan Swasta, Bina Warga Manfaatkan Tanah Hasil Redistribusi

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pangandaran: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pangandaran: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Hingga 30 April Berlaku Diskon Tarif KA dari Surabaya dan Malang

Hingga 30 April Berlaku Diskon Tarif KA dari Surabaya dan Malang

Berita
Melongok Wajah Baru Kantor BPN Kabupaten Bekasi, Sejuk dan Nyaman

Melongok Wajah Baru Kantor BPN Kabupaten Bekasi, Sejuk dan Nyaman

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Subang: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Subang: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Senin Besok, Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato Gorontalo

Senin Besok, Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato Gorontalo

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bekasi: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bekasi: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Begini Cara Tepat Membersihkan Karpet di Rumah Anda

Begini Cara Tepat Membersihkan Karpet di Rumah Anda

Tips
Lewat Konsolidasi Tanah, Harga Properti di Desa Gasol Naik hingga Rp 500.000 Per Meter Persegi

Lewat Konsolidasi Tanah, Harga Properti di Desa Gasol Naik hingga Rp 500.000 Per Meter Persegi

Berita
Cara Tepat Membersihkan Karpet yang Dipasang Permanen

Cara Tepat Membersihkan Karpet yang Dipasang Permanen

Tips
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Cirebon: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Cirebon: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com