Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konsumen Lebih Pilih Rumah, Performa Kondominium Masih Lemah

Kompas.com - 23/02/2024, 05:22 WIB
Masya Famely Ruhulessin,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah tapak masih menjadi pilihan favorit para pencari hunian yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Hal ini turut berdampak pada performa sektor properti lainnya seperti kondominium. Meski sudah keluar dari badai pandemi Covid-19, performa sektor ini masih lemah.

Baca juga: Meningkatnya Penjualan Katrol Harga Kondominium di Jakarta

Kendati demikian, stok kondominium baru terus mengalir. Bahkan meningkat pada akhir tahun 2023 mencapai 1,2 persen dari stok yang telah ada sebelumnya.

Country Head dari Knight Frank Indonesia Willson Kalip menyebutkan pasar kondominium di Jakarta masih terus tertahan.

Kawasan kondominium mewah di JakartaShutterstock Kawasan kondominium mewah di Jakarta

“Hal ini terjadi di tengah stok yang terus bertambah, preferensi konsumen dengan rumah tapak, dan daya beli yang masih lemah,” ungkap Willson dalam rilis resminya.

Namun, sinyal positif dari pemerintah melalui pemberian insentif PPN DTP diprediksi bisa mendongkrak performa sektor kondominium.

“Insentif PPN DTP perlu terus dioptimalkan dan dilanjutkan untuk perbaikan performa (sektor kondominium), mengingat masih berlakunya kebijakan ini” tambah Willson.

Baca juga: Ini Kriteria Rumah yang Dapat Insentif PPN DTP

Pemerintah baru saja merilis Merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah.

Dengan aturan ini, para pembeli rumah tapak atau rumah susun mulai dari Januari hingga Juni 2024, mendapatkan diskon PPN hingga 100 persen.

Sementara mereka yang membeli mulai dari Juli hingga Desember 2024, hanya mendapatkan diskon PPN 50 persen saja.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com