Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lima Proyek Pelabuhan di Kepri Tuntas Akhir Tahun 2023

Kompas.com - 10/12/2023, 20:00 WIB
Hadi Maulana,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

BATAM, KOMPAS.com - Penguatan infrastruktur transportasi di Kepulauan Riau (Kepri) berperan penting dalam mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat.

Guna mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, Pemprov Kepri terus mempercepat penyelesaian pembangunan sejumlah pelabuhan pada akhir tahun 2023.

Kepala Dinas Perhubungan Kepri Junaidi mengatakan, kelima pelabuhan yang selesai dibangun pada akhir tahun 2023 adalah pelabuhan HDPE di Tarempa, Kabupaten Anambas.

Kemudian pelabuhan HDPE di Pantai Indah Kijang, Kabupaten Bintan. Pelabuhan Kuala Maras di Letung, Kabupaten Anambas. Pelabuhan Penagi di Ranai, Kabupaten Natuna.

"Dan terakhir pelabuhan Selat Belia di Kundur, Kabupaten Karimun," kata Junaidi melalui pesan WhatsApp, Minggu (10/12/2023).

Baca juga: Suharso Minta Pelabuhan Pelantar 1 dan 2 Tanjungpinang Gunakan Konsep Smart City

Anggaran yang dikucurkan Pemerintah Kepulauan Riau untuk ponton HDPE di Pelabuhan Tarempa adalah sebesar Rp 2,284 miliar, sementara untuk ponton HDPE di Pelabuhan Pantai Indah anggarannya berjumlah Rp 2,259 miliar.

Sementara untuk ketiga pelabuhan lainnya, Pemprov Kepri mengucurkan anggaran rehabilitasi pelabuhan Kuala Maras sebesar Rp 11,250 miliar, rehabilitasi pelabuhan Selat Belia sebesar Rp 7,867 miliar, dan pelabuhan Penagi sebesar Rp 15,044 miliar.

"Kelima pelabuhan ini memang kami targetkan selesai di akhir tahun ini dan akan diresmikan oleh pak gubernur mengikuti jadwal kunjungan kerja beliau," terang Junaidi.

Pembangunan pelabuhan mengambil peran penting dalam upaya meningkatkan konektivitas warga. Harapannya, pelabuhan dapat menjadi tumpuan untuk memperlancar perputaran ekonomi masyarakat.

Selain infrastruktur dan fasilitas penunjang mumpuni, pembangunan pelabuhan menjadi kunci untuk melancarkan distribusi demi menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat.

"Apalagi Kepri merupakan kepulauan, tentunya sangat dibutuhkan pelabuhan yang berkualitas baik," terang Junaidi.

Konektivitas tidak sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain, tapi juga menghubungkan potensi-potensi yang ada di setiap wilayah itu.

"Kelancaran barang dan jasa sangat dibutuhkan di Kepri karena wilayah Kepri ini sebagian besar adalah laut. Tentu ujungnya adalah mendorong perkembangan ekonomi," pungkas Junaidi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Gresik: Pilihan Hunian Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Gresik: Pilihan Hunian Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Probolinggo: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Probolinggo: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Seram Bagian Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Seram Bagian Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bangkalan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bangkalan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Magetan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Magetan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pacitan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pacitan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lamongan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lamongan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Mutu Beton Tol MBZ Disebut di Bawah Standar, Begini Respons Jasa Marga

Mutu Beton Tol MBZ Disebut di Bawah Standar, Begini Respons Jasa Marga

Berita
Fitch dan Moody's Naikkan Rating Kredit Pakuwon Jadi BB+

Fitch dan Moody's Naikkan Rating Kredit Pakuwon Jadi BB+

Berita
Nih Tujuh Mal Terindah di Dunia, Ada yang Langit-langitnya Kaca Patri Luas

Nih Tujuh Mal Terindah di Dunia, Ada yang Langit-langitnya Kaca Patri Luas

Ritel
Pilih Tandon Air di Atas atau Bawah Tanah? Ini Plus Minusnya

Pilih Tandon Air di Atas atau Bawah Tanah? Ini Plus Minusnya

Tips
Ini Lima Negara Asal WNA Paling Banyak Incar Properti di Indonesia

Ini Lima Negara Asal WNA Paling Banyak Incar Properti di Indonesia

Berita
Tiga Kota Ini Paling Diminati WNA Saat Berburu Properti di Indonesia

Tiga Kota Ini Paling Diminati WNA Saat Berburu Properti di Indonesia

Berita
Tol Gilimanuk-Mengwi Dilelang Ulang, Basuki: Mudah-mudahan September Teken PPJT

Tol Gilimanuk-Mengwi Dilelang Ulang, Basuki: Mudah-mudahan September Teken PPJT

Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com