Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biaya Konstruksi di Papua Turun Signifikan dalam Kurun Enam Tahun

Kompas.com - 27/11/2023, 06:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Provinsi Papua mengalami penurunan signifikan dalam indeks kemahalan konstruksi (IKK) sepanjang kurun 2018-2023.

Sebelumnya IKK Papua pada tahun 2018 tercatat 227,9, kini pada tahun 2023 menjadi 135,6 atau turun 92,34 poin persentase.

IKK merupakan indeks spasial yang digunakan untuk membandingkan biaya bahan bangunan/jasa konstruksi pada suatu wilayah dibandingkan dengan kota acuan yang mencatat biaya rata-rata dan diberi indeks 100.

Data terbaru yang diolah PT Hotel Investasi Strategis dari data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, beberapa wawasan menarik mengenai evolusi biaya konstruksi di seluruh provinsi di Indonesia selama enam tahun terakhir.

Meski mengalami penurunan signifikan, IKK di Papua harus dilihat secara hati-hati. Hal ini karena terdapat provinsi baru hasil pemekaran.

Baca juga: Indonesia di Belakang Vietnam, Bangun Hotel Terbanyak Se-Asia Pasifik

Selain Papua, yang menarik dari olah data ini adalah DKI Jakarta yang enunjukkan peningkatan dari 109,1 pada tahun 2018 menjadi 116,7 pada tahun 2023, atau meningkat sebesar 7,59 poin persentase.

"DKI Jakarta kini memiliki IKK tertinggi ke-3 dibandingkan peringkat ke-11 pada tahun 2018. Kemungkinan besar terdapat potensi biaya pembangunan yang lebih tinggi dan laju pembangunan yang lebih lambat," ungkap CEO Hotel Investment Strategis Ross Woods, dalam keterangannya kepada Kompas.com.

Sementara IKK di Kalimantan Timur terjaga stabilitasnya dengan sedikit peningkatan dari 114,1 pada tahun 2018 menjadi 115,6 pada tahun 2023, atau naik tipis 1,45 poin persentase.

Dampak IKK terhadap pembangunan hotel

Ross mengatakan, terdapat dampak IKK terhadap pembangunan hotel, terutama di lokasi-lokasi favorit wisatawan.

Contohnya di Bali sebagai destinasi wisata terkenal justru mengalami penurunan sebesar 19,55 poin persentase selama periode tersebut.

Hal ini mengindikasikan lingkungan konstruksi yang lebih terjangkau bagi pengembang hotel. Tentu saja, berpotensi menarik lebih banyak investasi ke sektor perhotelan di pusat wisata terkenal dunia ini.

Sementara di Yogyakarta yang merupakan tempat populer lainnya bagi wisatawan untuk menikmati atraksi budaya, mengalami penurunan minimal sebesar 0,42 poin persentase.

"IKK yang stabil ini menunjukkan bahwa biaya pengembangan hotel relatif konsisten, sehingga memungkinkan calon investor untuk memprediksi biaya dengan lebih akurat," ujar Ross.

Kemudian Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan destinasi wisata baru, juga mengalami peningkatan IKK sebesar 1,3 poin persentase selama periode tersebut.

Ketiganya merupakan bagian dari sepuluh provinsi yang mengalami peningkatan IKK selama periode enam tahun.

Ross menyimpulkan, perkembangan IKK menawarkan tantangan dan peluang bagi para pemangku kepentingan.

"Penting bagi investor, terutama di industri perhotelan, untuk terus mengikuti perubahan-perubahan ini agar dapat mengambil keputusan yang tepat," tuntas Ross.

Berikut daftar IKK periode 2018-2023 berdasarkan data yang dioleh Hotel Investasi Strategis dan BPS:

Indeks Kemahalan Konstrusi (IKK) di 34 provinsi selama kurun 2018-2023HIS/BPS Indeks Kemahalan Konstrusi (IKK) di 34 provinsi selama kurun 2018-2023

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com