Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jika Rampung Dikerjakan, PLTM Leuwikeris Bisa Hasilkan Listrik 7,4 MW

Kompas.com - 23/11/2023, 20:00 WIB
Masya Famely Ruhulessin

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika dibangun menjadi pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM), Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat diprediksi dapat menghasilkan listrik sebesar 7,4 Megawatt (MW).

Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Arvi Argyantoro mengatakan PLTM Leuwikeris merupakan proyek yang dijalankan dengan skema Kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“PLTM Leuwikeris akan punya kapasitas listrik sebesar 7,4 MW dengan estimasi energi listrik tahunan sebesar 53 Gigawatt Hour (GWh),” ungkap Arvi dalam Market Sounding Proyek KPBU Penyediaan Infrastruktur PLTM Leuwikeris dan PLTM Jenelata, Kamis (23/11/2023).

Baca juga: 43 Bendungan di Indonesia Berpotensi untuk Jadi PLTA

Dikatakan, PLTM Leuwikeris memiliki capacity factor 83 persen dan indikasi nilai investasi sebesar Rp 225,3 miliar.

Bendungan Leuwikeris sendiri merupakan bendungan multiguna yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy yang ditargetkan akan selesai pada Juni 2024 mendatang.

 

Arvi menambahkan, selain untuk menghasilkan listrik, Bendungan Leuwikeris juga bermanfaat untuk irigasi 11.216 hektar lahan.

Adanya bendungan ini juga diharapkan bisa mereduksi banjir sebesar 59,89 meter kubik/detik serta menyediakan air baku dengan kapasitas 0,85 meter kubik/detik.

Baca juga: Bendungan Cipanas Siap Diresmikan, Konstruksinya Telan Rp 2 Triliun

“Proyek KPBU ini memiliki masa kerjasama selama 27 tahun yang terdiri atas 2 tahun masa konstruksi, dan 25 tahun take or pay,” jelasnya.

Ia menambahkan, skema take or pay artinya PT PLN akan membeli listrik sesuai dengan perjanjian.
Untuk pengembalian investasi proyek ini akan dilakukan melalui skema pembayaran pengguna layanan dengan PT PLN Persero.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com