JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek ibu kota negara baru, Ibu Kota Nusantara (IKN), telah menerima investasi dari investor dalam dan luar negeri sekitar Rp 40 triliun.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN (OIKN) Agung Wicaksono usai Rapat Panja Perubahan RUU IKN di Kantor DPR RI, Senin (11/9/2023).
"Mungkin kita bisa bilang sekitar Rp 40 triliun," ucap Agung.
Investasi tersebut diberikan untuk pembangunan berbagai bidang infrastruktur, terutama kawasan terpadu atau mixed-use.
Kawasan ini mencakup tempat tinggal berbentuk rumah tapak maupun rumah susun (rusun), perkantoran, pusat perbelanjaan, hiburan, hingga hotel.
Sejauh ini, OIKN melihat investor dari dalam negeri yang masih terlihat paling ambisius untuk berinvestasi.
"Kita enggak membedakan dalam negeri atau luar negeri. Tetapi nyatanya memang betul adalah para investor merah putih yang berkomitmen duluan," imbuh Agung.
Baca juga: Kabar Terbaru Proyek Terowongan Bawah Laut IKN, Dimulai Setelah Pemilu
OIKN juga telah menerima sekita 281 Letter of Intent (LoI) dari investor dalam dan luar negeri. Sementara untuk luar negeri masih didominasi oleh negara-negara ASEAN.
Agung merinci, investor dari Singapura ada sebanyak 27, Jepang sebanyak 25, Malaysia sebanyak 19, dan China sebanyak 17.
Kemudian, pada bulan September 2023 ini juga bakal ada proyek investasi yang melaksanakan groundbreaking.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua OIKN Bambang Susantono terkait rencana groundbreaking proyek investor di IKN.
"Sektornya ada perhotelan, ada rumah sakit, ada kawasan perdagangan, seperti mal semacam itu. Jadi ada groundbreaking dari mereka yang sudah siap," tegas Bambang.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.