Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baru Setahun Beroperasi, Jalan Provinsi di Amarasi NTT Rusak

Kompas.com - 18/03/2023, 20:43 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Masyarakat di wilayah Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sangat kecewa dengan hasil pengerjaan proyek jalan Provinsi di Desa Tesbatan hingga Oenoni 1.

Tokoh pemuda Amarasi Chris Bani menuding pembanguan jalan aspal hotmix itu dikerjakan asal-asalan.

"Pengaspalan jalan yang baru selesai dikerjakan tahun 2022 tersebut kondisinya sudah rusak karena banyak lubang," ujar Chris, kepada Kompas.com, Sabtu (18/3/2023) petang.

Bahkan lanjut Chris, jalan yang rusak di sejumlah titik itu, diperbaiki dengan metode tambal semen campur kerikil.

"Saya secara tegas mengecam cara kerja seperti ini, karena merugikan masyarakat bahkan Negara," tegasnya.

Baca juga: Jalan Provinsi di Alor NTT Senilai Rp 28 Miliar Rusak Sebelum Tuntas Dikerjakan

Menurut Chris, proyek pengaspalan jalan Provinisi ini semestinya dikerjakan dengan baik. Karena jalan ini dibangun untuk dipergunakan masyarakat.

Chris menduga, rusaknya jalan yang baru selesai dibangun tersebut akibat kontraktor tidak melakukan pekerjaannya sesuai spesifikasi teknik.

Buruknya kualitas pelaksanaan proyek tersebut diduga karena lemahnya pengawasan yang dilakukan konsultan pengawas dan juga Pemerintah Daerah NTT.

"Saya bersama masyarakat Amarasi akan terus bersuara hingga persoalan ini dituntaskan oleh kontraktor," ujar Chris.

Chris juga meminta penegak hukum, khususnya Kepolisian Resor Kupang dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, segera menyelidiki permasalahan ini karena terindikasi merugikan negara.

"Semestinya konsultan pengawas dapat bekerja secara profesional, sehingga kualitas pekerjaan itu dapat dinikmati masyarakat," kata Chris.

Dia lantas menawarkan solusi yang harus dilakukan oleh dinas teknis dan kontraktor, yakni membongkar kembali campuran semen lalu menggantinya menggunakan aspal sesuai spesifikasi pekerjaan awal.

"Karena yang masyarakat butuhkan jalan dengan progres pemakaian jangka panjang bukan sementara saja," kata Chris.

Chris juga mengaku, belum mengetahui kontraktor yang mengerjakan proyek itu, termasuk pagu anggaran yang digunakan.

"Saya lagi cari papan proyek dan nama kontraktor tapi belum ketemu. Saya cek di LPSE PU Provinsi juga belum ketemu," ujar dia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT Maksi Nenabu belum merespons pertanyaan Kompas.com yang dikirim melalui telepon selulernya. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com