Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makin Agresif, Pengembang Royal Tajur Percepat Serah Terima Dua Proyek

Kompas.com - 19/02/2023, 19:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengawali tahun 2023, pengembang Royal Tajur, PT Tajur Surya Abadi, mempercepat hand over (serah terima) Cluster The Dunters Tahap 1 dan Tower B Royal Heights Apartment, yang semula Juli 2023, menjadi Maret tahun ini.

"Kami majukan (serah terima) menjadi mulai Maret atau 4 bulan lebih awal,” ungkap General Manager Tajur Surya Abadi Hendra Gunawan dalam rilisnya, Minggu (19/2/2023).

Per Januari 2023, penjualan rumah di Cluster The Dunters Tahap 1 telah sold out (habis terjual) dan di pertengahan Februari ini akan diluncurkan pemasaran Tahap 2.

Sementara Tower B  Royal Heights Apartment sudah terjual sekitar 90 persen, dan pengembang menargetkan laku terjual pada pertengahan tahun 2023 ini.

Semakin agresifnya konsumen dalam membelanjakan properti di Royal Tajur ini tak terlepas dari makin merendahnya kekhawatiran terhadap momok resesi ekonomi global tahun 2023.

Baca juga: Keterbatasan Pasokan Rumah di Bogor Selatan Untungkan Royal Tajur

Fenomena tersebut juga diikuti naiknya suku bunga kredit. Kata Hendra, apa yang ditakutkan tersebut, belum ada indikasi dan eskalasi ke arah sana.

”Terbukti, sebagian besar konsumen kami yang menahan closing November dan Desember 2022, pada Januari 2023 berani belanjakan stsu investasikan uangnya beli rumah atau apartemen di Royal Tajur," lanjut Hendra.

Sebelumnya, mereka mengkhawatirkan isu resesi ekonomi global dan suku bunga tinggi benar terjadi.

Karena itu, penjualan Royal Tajur tahun ini diyakini dapat tumbuh sedikitnya 25 persen-30 persen dibandingkan tahun 2022.

Maka dari itu, dirinya pun menyarankan agar di situasi yang terlihat baik dan optimistis ini merupakan saat yang tepat memutuskan membeli properti.

"Karena, jika situasinya sudah booming seperti tahun 2012/2013, anda sudah terlambat mendapatkan gain (keuntungan) yang tinggi akibat developer (pengembang) sudah berani kencang menaikkan harga," tutupnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com