Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/02/2023, 17:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah menyiapkan rencana jangka panjang untuk membangun pusat pelatihan di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Dilansir dari laman resmi MRT Jakarta, Jumat (10/2/2023), rencana ini diwujudkan lewat studi banding yang dilakukan ke pusat pelatihan operator metro di Jepang, yaitu JR East dan Tokyo Metro pada 2-3 Februari 2023.

"Pusat pelatihan bagi operator metro itu merupakan investasi jangka panjang," ungkap Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi.

Menurutnya, dengan fasilitas pusat pelatihan yang lengkap, peningkatan kapasitas sumber daya manusia MRT Jakarta dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

"Artinya, sistem pelatihan, baik operasional maupun pemeliharaan, dapat dilakukan kapan saja tanpa harus khawatir dengan waktu kerja dan kondisi tim operasional dan pemeliharaan," imbuh Effendi.

Kemudian, pelatihan juga dapat dilakukan menggunakan model visual yang menyerupai sarana dan prasarana yang digunakan untuk keperluan operasional.

Dari aspek bisnis, pusat pelatihan MRT Jakarta diharapkan bisa menjadi rujukan bagi operator metro dari luar negeri sehingga akan mendorong meningkatnya citra korporasi sebagai operator kelas dunia dan potensi pendapatan baru bagi perusahaan.

Baca juga: MRT Jakarta Gandeng BCA Digital, Mudahkan Kegiatan Transaksi Penumpang

Selama dua hari di Jepang, delegasi memperdalam hal-hal yang dibutuhkan mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga pengoperasian pusat pelatihan.

Selain itu, juga ingin membangun perspektif yang sama dengan berbagai pemangku kebijakan terkait baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Oleh karena itu, perwakilan dari Kementerian Keuangan RI, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) DKI Jakarta, dan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta ikut serta dalam studi banding ini.

"Kami juga ingin mendapatkan dukungan dana dari Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk pembangunannya karena kami melihat bahwa perencanaan proyek perlu dukungan kuat dari pemerintah, baik terkait skema pendanaan hingga peraturan yang dibutuhkan," tutup Effendi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+