Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/01/2023, 07:00 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah memutuskan untuk segera melaksanakan pembangunan hunian ASN, TNI, dan Polri di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun 2023.

Hunian tersebut nantinya berupa apartemen sebanyak 47 tower dengan kapasitas tampung 16.900 orang. Meliputi ASN 1.000 orang, serta TNI dan Polri 5.000 orang.

Seiring rencana tersebut, Pemerintah pun menjelaskan alasan pemilihan jenis hunian apartemen sebagai tempat tinggal para ASN, TNI, dan Polri.

Hal itu diutarakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (30/1/2023).

Menurut dia, hunian model apartemen sesuai dengan konsep hutan kota atau forest city di IKN. Dengan begitu, pembangunan hunian tidak akan banyak memakan lahan dan menebang hutan.

"Sesuai dengan konsep forest city, kalau enggak (berbentuk) tower, makin menyebar. Ini kan supaya tidak merusak, terlalu banyak memotong hutan," jelas Basuki dikutip dari laman Sekretariat Presiden.

Baca juga: Basuki Targetkan Hunian ASN di IKN Mulai Dibangun Juni, Buat 16.900 Orang

Nantinya apartemen tersebut akan berstatus sebagai rumah dinas bagi para ASN, TNI, dan Polri.

"Rumah dinas yang diputuskan. Nanti setelah itu kalau mungkin ada (rumah) tapak yang bisa dibeli. Tapi yang ini untuk ASN, TNI, Polri yang didinaskan ke sana," imbuhnya.

Presiden Jokowi juga telah memberikan arahan agar jajaran Kementerian PUPR melakukan survei terkait kebutuhan hunian tersebut. Harapannya ASN bisa memiliki pilihan antara rumah tapak atau apartemen.

"Harus disurvei dulu siapa yang mau di apartemen, siapa yang mau landed, tadi arahannya Presiden begitu," lanjutnya.

Kendati begitu, Basuki menargetkan pembangunan apartemen bisa dimulai pada Juni-Juli tahun 2023 agar pekerjaan bisa selesai sesuai waktu yang telah ditetapkan pada 2024.

"Yang ini, yang diputuskan, tadi (dari) APBN karena rumah dinas. (Nilainya) Rp 9,4 triliun," tutup Menteri PUPR.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kementerian ATR/BPN Gandeng BUMN dan Swasta, Bina Warga Manfaatkan Tanah Hasil Redistribusi

Kementerian ATR/BPN Gandeng BUMN dan Swasta, Bina Warga Manfaatkan Tanah Hasil Redistribusi

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pangandaran: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pangandaran: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Hingga 30 April Berlaku Diskon Tarif KA dari Surabaya dan Malang

Hingga 30 April Berlaku Diskon Tarif KA dari Surabaya dan Malang

Berita
Melongok Wajah Baru Kantor BPN Kabupaten Bekasi, Sejuk dan Nyaman

Melongok Wajah Baru Kantor BPN Kabupaten Bekasi, Sejuk dan Nyaman

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Subang: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Subang: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Senin Besok, Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato Gorontalo

Senin Besok, Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato Gorontalo

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bekasi: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bekasi: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Begini Cara Tepat Membersihkan Karpet di Rumah Anda

Begini Cara Tepat Membersihkan Karpet di Rumah Anda

Tips
Lewat Konsolidasi Tanah, Harga Properti di Desa Gasol Naik hingga Rp 500.000 Per Meter Persegi

Lewat Konsolidasi Tanah, Harga Properti di Desa Gasol Naik hingga Rp 500.000 Per Meter Persegi

Berita
Cara Tepat Membersihkan Karpet yang Dipasang Permanen

Cara Tepat Membersihkan Karpet yang Dipasang Permanen

Tips
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Cirebon: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Cirebon: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Sengketa Tanah Wakaf Terjadi karena Misinterpretasi

Sengketa Tanah Wakaf Terjadi karena Misinterpretasi

Berita
Kini, Pemohon Bisa Nikmati Layanan Drive-thru di BPN Kabupaten Bekasi

Kini, Pemohon Bisa Nikmati Layanan Drive-thru di BPN Kabupaten Bekasi

Berita
Tersisa 13 Persen, Kabupaten Bekasi Bakal Lengkap Akhir Tahun 2024

Tersisa 13 Persen, Kabupaten Bekasi Bakal Lengkap Akhir Tahun 2024

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sumedang: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sumedang: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com