Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia dan Guinea Jajaki Kerja Sama Bidang Penerbangan

Kompas.com - 28/01/2023, 15:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Guinea menjajaki kerja sama di bidang penerbangan.

Hal ini ditandai lewat penandatanganan Letter of Intent (LoI) oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dengan Menteri Transportasi Guinea Felix Lamah pada Kamis (26/1/2023).

Adapun kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Duta Besar RI di Dakar, Senegal, dengan Pemerintah Guinea pada bulan September 2022.

Selain menyampaikan kebutuhannya untuk melakukan modernisasi sektor transportasi, pihak Guinea juga menyatakan ketertarikannya bekerja sama di bidang transportasi dengan Indonesia, khususnya di sektor transportasi udara.

Kesepakatan awal kerja sama antara Indonesia dengan negara yang terletak di Afrika Barat ini selanjutnya akan ditindaklanjuti di level teknis.

Dalam kesempatan yang sama, Felix Lamah mengunjungi beberapa tempat, salah satunya ke PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Felix mengatakan akan mendirikan maskapai nasional (Guinea Air) dan menyatakan ketertarikannya untuk menggunakan pesawat buatan PT DI.

"Kami membuka peluang itu dan siap untuk bekerja sama dengan Pemerintah Guinea," ujar Menhub, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca juga: Proyek Jalur KA Maros-Mandai Terganjal Pembebasan Lahan, Menhub: Percepat Penyelesaian

PT DI merupakan perusahaan strategis yang dimiliki Indonesia di bidang manufaktur pesawat udara beserta komponennya.

"PT DI telah memproduksi sejumlah pesawat udara, yang sampai saat ini telah digunakan oleh berbagai negara, baik sebagai angkutan penumpang maupun keperluan militer," imbuh Menhub.

Sektor transportasi laut dan udara memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan konektivitas di wilayah Indonesia yang berbentuk kepulauan.

Menhub mengungkapkan peluang kerja sama tidak hanya di sektor udara, tetapi juga terbuka untuk sektor lainnya yaitu di darat, laut, perkeretaapian.

Selain itu, juga untuk pemenuhan sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi udara yang sesuai dengan program dan kurikulum standar ICAO.

"Saya akan berkoordinasi dengan Bapak Dubes untuk dapat memfasilitasi identifikasi kerja sama yang lebih konkret," tutup Menhub.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com