Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/01/2023, 07:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, non-revenue water (NRW) atau tingkat kehilangan air/kebocoran skala nasional menembus 33,7 persen.

Ternyata, angka tersebut masih lebih tinggi 8,7 persen dari batas toleransi NRW yakni 25 persen yang diperkenankan dalam pengoperasian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Air Minum.

Dengan adanya fenomena itu tentunya menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) serta pemangku kepentingan terkait.

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menjelaskan, Kementerian PUPR telah memberikan banyak dukungan berupa pembangunan infrastruktur SPAM.

Dari dukungan tersebut, telah diserahterimakan pula kepada kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk selanjutnya dikelola BUMD Air Minum.

Baca juga: Tingkat Kehilangan Air Minum Nasional Masih Tembus 33,7 Persen

Sehingga infrastruktur yang telah dibangun dapat berkelanjutan dan target peningkatan akses layanan air minum kepada masyarakat dapat segera tercapai.

"Sebagai kebutuhan dasar masyarakat, ketersediaan air minum sangat dibutuhkan dalam kondisi normal maupun bencana," kata Diana dalam rilis, Senin (23/1/2023).

Dengan demikian, Kementerian PUPR harus mengedepankan pelayanan air minum berkelanjutan, tangguh, inklusif dan tahan bencana.

Namun, hal tersebut dapat diwujudkan apabila Pemda memberikan dukungan penuh agar BUMD Air Minum memiliki kecukupan modal untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

Beberapa dukungan yang dibutuhkan BUMD Air Minum dari Pemda antara lain memberikan penyertaan modal daerah.

Selain itu, juga dibutuhkan penyesuaian tarif air minum untuk memenuhi Full Cost Recovery (FCR), dan atau subsidi apabila tarif air minum BUMD Air Minum belum FCR.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+