Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron Imbau Pemerintah Stop Baja Impor

Kompas.com - 09/12/2022, 20:17 WIB
Penulis Thefanny
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi VI Herman Khaeron mengimbau pemberhentian impor baja untuk memenuhi permintaan konsumen di Indonesia.

“Sebetulnya kita (Indonesia) memiliki kemampuan untuk bisa melakukan akselerasi pembangunan ataupun penyediaan di baja,” ungkap Herman dalam diskusi Kaleidoskop Ketahanan Industri Baja Nasional dalam Mendukung Pembangunan Infrastruktur dan Industri Manufaktur di Jakarta, Kamis (8/12/2022).

Hanya, pabrik-pabrik baja di Indonesia perlu meningkatkan mesin-mesin produksi dan utilitas untuk mengubah bahan baku setengah jadi berupa bijih baja menjadi bahan baku utuh atau produk jadi.

Baca juga: Pabrik Bhirawa Steel Jadi Tuan Rumah Laboratorium Riset Baja Tulangan

“Kita memiliki keunggulan komparatif karena memiliki sumber daya alam, semestinya kita juga memiliki keunggulan kompetitif dengan membangun pabrik-pabrik baja yang memungkinkan memenuhi ketersediaan barang ke depannya,” paparnya.

Ia mengungkapkan, Indonesia terpaksa mengekspor bahan baku ke negara lain seperti China karena tidak memiliki teknologi untuk mengolahnya.

Nantinya, Indonesia kembali mengimpor bahan baku ini dalam bentuk barang-barang jadi yang dibutuhkan konsumen.

Praktik ini tidak hanya terjadi dalam industri baja, tetapi juga industri-industri lainnya. Padahal, praktik seperti inilah yang membuat negara sulit berkembang.

“Kalau impor, berarti sama saja dengan memberikan dukungan pembangunan kepada negara pengimpor,” ucap Herman.

Menurutnya, Indonesia sudah cukup mampu dalam memproduksi baja dan memenuhi berbagai kebutuhan konsumen, mulai dari kebutuhan struktur, manufaktur, dan pengolahan.

Bila tidak dibutuhkan produk-produk spesifik yang belum bisa diproduksi dalam negeri, gunakanlah produk-produk dalam negeri untuk meningkatkan perkembangan ekonomi Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+