Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/12/2022, 13:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merelokasi rumah korban gempa Cianjur, Jawa Barat yang rusak berat.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, 2 unit Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) telah kelar dibangun.

Sementara saat ini Kementerian PUPR tengah membangun 4 unit RISHA dari target pembangunan tahap satu sebanyak 200 unit.

"Saat ini sedang dikerjakan, 2 unit sudah selesai dan ada 4 unit lain yang sedang dikerjakan," jelas Iwan kepada Kompas.com, Rabu (7/12/2022).

Untuk tahap pertama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur telah menyediakan lahan di Sinargalih, Cilaku seluas 2,5 hektar.

Baca juga: Gerak Cepat, Fasilitas Umum di Cianjur Sudah Mulai Direhabilitasi

Sedangkan pada tahap dua Kementerian PUPR akan membangun 1.664 unit rumah di atas lahan seluas 30 hektar.

Iwan menjelaskan saat ini pihaknya tengah menunggu kesiapan lahan di Mande oleh Pemkab Cianjur.

"Kita masih menunggu penetapan lokasi (penlok) dari Bupati, tapi kita sudah menyiapkan perencanaannnya dengan baik," imbuh Iwan.

Adapun Pemkab Cianjur masih harus menyelesaikan masalah pertanahan di Mande dengan para petani penggarap di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah menunjuk PT Brantas Abipraya sebagai kontraktor pelaksana guna menyiapkan lahan pembangunan RISHA.

Baca juga: RSUD Sayang Direnovasi akibat Gempa Cianjur, Dua Ruang Inap Beres Akhir 2022

"Untuk itu kami menugaskan PT. Brantas Abipraya untuk segera bekerja," kata Basuki.

Kemudian guna mempercepat pembangunan, Basuki juga mengerahkan 100 orang tenaga kerja.

Serta dipastikan bahwa seluruh rumah yang direlokasi akan menggunakan teknik RISHA dengan struktur tahan gempa.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+