Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/12/2022, 18:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penataan ruang Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi-Puncak, Cianjur (Jabodetabek-Punjur) butuh skema pendanaan yang inovatif.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto mengatakan, hal ini menjadi salah satu dari tiga masalah mendasar dalam penataan Jabodetabek-Punjur.

"Terdapat limitasi resource envelope di tingkat pusat dan daerah," kata Menteri Hadi dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penataan Ruang Jabodetabekpunjur pada Rabu (7/12/2022).

Sementara untuk Pemerintah Daerah (Pemda) di kawasan tersebut yang memiliki kapasitas fiskal mantap hanya DKI Jakarta dengan daerah-daerah lain masih dibayangi keterbatasan.

Padahal DKI Jakarta juga memiliki prioritas dan keterbatasannya tersendiri, sehingga masalah tersebut butuh perhatian khusus.

Baca juga: Urgensi Keberadaan PMO di Kawasan Jabodetabek-Punjur

Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dan alternatif skema pembiayaan serta penajaman prioritas pemrograman hingga penganggaran di tiap-tiap pemangku kepentingan.

Inovasi pembiayaan tersebut meliputi public private partnership (PPP), pinjaman, hibah, corporate social responsibility (CSR), dan skema lainnya.

"Oleh sebab itu, perlu kita pikirkan agar kita mampu menyelesaikan bottleneck limitasi budget ini melalui sumber-sumber non-government budget," imbuh Hadi.

Masalah lainnya adalah tata kelola dan kewenangan lintas pemangku kepentingan yang memerlukan harmonisasi dan sinergitas lebih.

Karenanya, dibutuhkan suatu rencana aksi untuk tiap isu strategis yang disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan sebagai collaboration plarform.

Baca juga: RDTR Jadi Kunci Reduksi Permasalahan Kawasan Jabodetabek-Punjur

Masalah ketiga adalah investasi dan intervensi yang belum sepenuhnya selaras antara tiap-tiap pemangku kepentingan di tingkat Pemerintah Pusat dan Pemda.

"Khusus untuk isu-isu strategis, marilah kita melangkah beriringan dalam hal investasi dan intervensi, melalui suatu rencana aksi atau masterplan yang kita sepakati bersama-sama," tutup Hadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+