Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/12/2022, 16:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah 600.000 hektar tanah eks-transmigrasi di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan bakal dilegalisasi.

Menteri Agragia dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto mengatakan, butuh penguatan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mencapai target tersebut.

"Khusus untuk tanah eks transmigrasi, terus terang saya mencari skema yang tepat, yang terbaik untuk menyelesaikan tanah eks transmigrasi," ucap Hadi Tjahjanto, dikutip dari laman resmi Kementerian ATR/BPN, Selasa (6/12/2022).

Sementara saat ini, sebanyak 82 sertifikat tanah hasil penyelesaian masalah tanah eks-transmigrasi di Tanah Laut telah dibagikan kepada masyarakat.

Adapun penyelesaian tanah eks-transmigrasi di Tanah Laut dilakukan melalui skema kolaborasi antara pemerintah daerah (Pemda), lembaga peradilan, dan Kantor Pertanahan.

Baca juga: Kementerian ATR/BPN Pastikan Pengadaan Tanah Adat Berjalan Adil

Skema tersebut dilakukan untuk masyarakat yang secara eksisting sudah menguasai lahan eks-transmigrasi dengan program Kolaborasi Penunjang Layanan Penyelesaian Masalah Transmigrasi, Tanah Laut (KIJANG MAS TALA).

"Ternyata dari Tanah Laut inilah, pintu masuk untuk menyelesaikan permasalahan tanah eks-transmigrasi," imbuh Hadi.

Dia berharap, terobosan ini bisa dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia yang tengah berupaya menuntaskan persoalan tanah eks-transmigrasi.

Upaya lain yang telah dilakukan Kementerian ATR/BPN dalam penyelesaian tanah eks-transmigrasi, yaitu dengan menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Baca juga: Apa Itu Sertifikat Hak Pengelolaan? Berikut Objek Tanah Hingga Pemanfaatannya

Ke depannya, Kemendes PDTT diharapkan dapat menyampaikan data sebaran lokasi tanah transmigrasi untuk kemudian ditindaklanjuti dengan penyertifikatan tanah-tanah transmigrasi.

"Kita harus bekerja sama dengan Kemendes PDTT untuk meminta lokasinya di mana," tutup Hadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+