Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/12/2022, 13:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai konstruksi proyek industri pada tahun 2023 diperkirakan bakal naik tipis dari capaian tahun 2022.

Sebagaimana merujuk publikasi BCI Central berjudul Indonesia Construction Market Outlook (IMCO) 2023.

Proyek konstruksi industri pada tahun 2022 senilai Rp 43,66 triliun. Sementara pada tahun 2023 diprediksi akan alami kenaikan.

BCI memproyeksikan pada tahun 2023 proyek konstruksi industri senilai Rp 43,90 triliun. Nilai ini mencakup dua sektor, yakni pabrik dan pergudangan.

Untuk sektor pabrik sebesar 81,10% dengan total nilai Rp 35,61 triliun, dan diikuti sektor pergudangan sebesar Rp 7,04 triliun atau 19,76% dari total nilai konstruksi industri.

Baca juga: Jakarta Aktif Pasok Lahan untuk Pembangunan Industri Data Center

Proyek industri telah berjuang selama pandemi tahun 2020, kemudian menghadapi tekanan lanjutan selama 2021 dan bangkit tajam kembali pada 2022 didukung oleh alur proyek yang kuat.

Pada tahun 2022, kenaikan sektor industri utamanya didorong oleh pertumbuhan industri ringan dan proyek rekayasa berat.

Hal itu diprediksi akan tetap kuat pada tahun 2023 sebagai tren lanjutan seiring relokasi pabrik ke negara berkembang.

Kebijakan pemerintah untuk mengejar hilirisasi industri dan menghentikan ekspor bahan mentah berpotensi menyebabkan peningkatan investasi.

Khususnya di bidang industri smelting dan refinery. Seiring pabrik smelter mulai bermunculan di sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.

Baca juga: Kawasan Industri Diprediksi Tetap Tumbuh Positif Tahun 2023

Kedekatan dengan zona industri baru dan koridor transportasi utama menjadi faktor dasar untuk menentukan lokasi fasilitas distribusi gudang permintaan akan terus tumbuh.

Pertumbuhan layanan online juga telah membantu meningkatkan permintaan akan tempat industri ringan, karena fasilitas tersebut dapat tersedia digunakan untuk tujuan distribusi dan produksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+