Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Krisis Insinyur Hambat Kemajuan Indonesia

Kompas.com - 27/10/2022, 21:00 WIB
Thefanny,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, Indonesia kekurangan insinyur untuk menunjang pertumbuhan infrastruktur di Indonesia.

“Jumlah insinyur kita (Indonesia), per satu juta penduduk itu sekitar 5.300 orang. Jadi jumlah insinyur kita sekitar 1.450.000 orang,” ujar Danis dalam kata pembukanya untuk Seminar Sustainable Smart Transportation, Kamis (27/10/2022).

Ia membandingkan angka ini dengan Vietnam dan Korea Selatan. Danis mengungkapkan ada sekitar 9.000 insinyur per satu juta penduduk di Vietnam, sedangkan Korea Selatan memiliki setidaknya 25.000 insinyur per satu juta penduduk.

Baca juga: Menteri Basuki Minta Insinyur Indonesia Terlibat Bangun IKN Nusantara

Padahal, menurut pria yang juga Ketua Satgas Pembangunan IKN ini, sebuah negara yang ingin maju atau berkembang pasti memerlukan dukungan dari para insinyur.

“Peran dan kontribusi insinyur itu sangat-sangat menentukan tingkat kualitas infrastruktur suatu negara, negara-negara maju merupakan negara yang memiliki kualitas infrastruktur dan SDM yang baik,” jelas Danis.

Untuk memperbaiki hal ini, Danis menargetkan pertambahan insinyur di Indonesia hingga mencapai angka 25.000 orang per satu juta penduduk, atau sekitar 6.750.000 insinyur di Indonesia.

Danis pun mengajak aktivis keinsinyuran dari berbagai bidang, mulai dari industri, akademisi, hingga pemerintahan, untuk berkolaborasi mencari jalan keluar dari meningkatkan kuantitas dan kualitas insinyur Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com