Kompas.com - 27/09/2022, 20:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Akhir tahun, sistem saringan sampah badan air akan hadir di perbatasan DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim, sistem ini merupakan terobosan pertama di Indonesia.

"Ini adalah proyek pertama kali dan bahkan pertama kali di Indonesia ada penyaringan seperti ini. Nah, kita lihat nanti seberapa efektif," terang Anies dilansir dari laman Pejabat Pengelola Informasi Dan Dokumentasi (PPID) Provinsi DKI Jakarta, Selasa (27/9/2022).

Anies berpendapat, secara teoritik dinilai akan efektif. Kendati begitu, dia mengakui akan melihat di lapangan.

"Kemudian dari situ nanti bisa dikembangkan di semua tempat. Bahkan, hanya di Jakarta tapi di seluruh Indonesia, dan inilah proyek pertama," lanjut dia.

Untuk diketahui, pembangunan sistem ini telah melalui kajian yang matang. Konsep perencanaan pun sudah dibahas bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan disepakati dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC).

Baca juga: Anies Hadirkan 2 Model Hunian Dekat Stasiun MRT, Sasarannya Kelas Menengah Jakarta

Anies juga telah mengunjungi pekerjaan pembangunan sistem pengambilan dan treatment (perawatan) sampah badan air melalui rekayasa sungai di Kali Ciliwung segmen TB Simatupang, Jakarta Selatan itu.

Dia menceritakan pengalamannya saat mulai bekerja di Jakarta, tepatnya pada awal 2018. Saat itu, hal yang menjadi fokusnya adalah soal kenaikan volume air di pintu air Manggai yang menjadi timbunan sampah sangat banyak.

Hingga akhirnya, hal ini menimbulkan pertanyaan asal muasal kedatangan sampah tersebut, serta muncul ide bagaimana caranya ada penyaringan sampah di perbatasan Jakarta.

"Kemudian dibahas, didiskusikan, dan diputuskan untuk dilakukan pembangunan saringan sampah di tempat sebelum masuk pemukiman yang padat, kawasan yang lebih padat," tambah Anies.

Dia mengharapkan, proyek ini nantinya mampu mengendalikan sampah untuk tidak masuk ke dalam kota.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.